Berita

Remaja Tenggelam di Pantai Muaro Putuih Agam Ditemukan Meninggal Dunia

×

Remaja Tenggelam di Pantai Muaro Putuih Agam Ditemukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Penemuan remaja di Pantai Muaro Putuih Agam. (Foto; Tangkapan layar Tim SAR Padang)

SERUNI.CO – Tim SAR gabungan berhasil menemukan Berkat Saputra Lavau (14), remaja yang sebelumnya dilaporkan tenggelam setelah terseret ombak saat mandi di Pantai Muaro Putuih, Nagari Tiku Limo Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Korban ditemukan pada hari kedua operasi pencarian dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan korban ditemukan pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 08.05 WIB.

Lokasi penemuan berada sekitar 5,90 mil laut dari titik awal kejadian setelah tim SAR melakukan penyisiran menggunakan perahu karet cepat (LCR).

“Korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada pukul 08.05 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Abdul Malik.

Baca Juga  Kebakaran di Koto Gadang Agam, Armada Damkar Gagal Tiba Akibat Kehabisan BBM

Ia menjelaskan, operasi pencarian pada hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Tim rescue membagi pencarian menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) yang melakukan penyisiran hingga radius sekitar 3 mil laut dari lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 11.43 WIB. Saat itu, korban sedang mandi bersama teman-temannya di Pantai Muaro Putuih sebelum akhirnya terseret ombak dan tenggelam.

Usai kejadian, teman-teman korban segera meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga kemudian melakukan upaya pencarian awal sebelum peristiwa tersebut dilaporkan kepada Basarnas.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya personel Unit Siaga SAR Agam, Basarnas Padang, BPBD Kabupaten Agam, PMI Agam, Polri, perangkat nagari, serta masyarakat setempat.

Baca Juga  Pelaku Penggelapan Uang Majikan Asal Pangkalpinang Ditangkap Tim Gabungan di Padang

Dalam proses pencarian, tim didukung sejumlah peralatan SAR, seperti LCR, kendaraan rescue, truk personel, motor trail, peralatan SAR air, peralatan medis, perangkat komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Abdul Malik mengatakan, setelah korban ditemukan dan berhasil dievakuasi, seluruh unsur SAR gabungan melaksanakan briefing sebagai penutup operasi.

“Setelah korban ditemukan dan dievakuasi, seluruh unsur SAR gabungan melaksanakan briefing penutupan operasi.”

“Operasi SAR kemudian resmi diusulkan ditutup dan seluruh personel kembali ke kesatuan masing-masing,” ujar Abdul Malik.

Selama operasi pencarian berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan berawan dengan kecepatan angin sekitar 9 knot. Cuaca tersebut tidak menimbulkan kendala berarti sehingga proses pencarian dapat berjalan dengan lancar. (*)