Berita

Harga Masker di Padang Melonjak 200 Persen Imbas Kabut Asap Pekat

×

Harga Masker di Padang Melonjak 200 Persen Imbas Kabut Asap Pekat

Sebarkan artikel ini
Masker sebagai alat pelindung diri bagi organ pernafasan di tubuh. (Foto: Seruni.co)

SERUNI.CO – Lonjakan harga berbagai jenis masker di Kota Padang menembus angka hingga 200 persen menyusul tingginya permintaan warga akibat dampak kabut asap.

Situasi tersebut terlihat di deretan apotek yang beroperasi di beberapa wilayah di kota Padang, Selasa (8/9/2026).

Hingga sehari sebelumnya, hari ini terdapat apotek yang menetapkan harga satu kotak masker melonjak menjadi Rp30.000 per kotak, sehingga kondisi ini menyulitkan warga yang hendak bertransaksi di tengah memburuknya cuaca Kota Padang.

Kenaikan melanda hampir seluruh model perlindungan pernapasan, mulai dari masker medis 3-ply, duckbill, KN95, KF94, N95, hingga masker kain.

Baca Juga  Fadly Amran Tinjau Rehabilitasi Lahan Sawah 102 Hektare di Kuranji

Rinciannya dilansir dari Sumbarkita.id, masker medis atau 3-ply yang semula ditawarkan pada kisaran Rp1.000 per buah melonjak jadi Rp3.000 per buah, atau naik sekitar 200 persen dari patokan awal.

Selanjutnya, tipe duckbill merangkak dari Rp2.000 menjadi Rp5.000 per buah. Tipe KN95 beranjak dari Rp5.000 menjadi Rp8.000 per buah, sedangkan tipe KF94 terkerek dari Rp4.000 ke Rp7.000 per buah.

Masker N95 juga merangkak naik dari nominal awal Rp10.000 menjadi Rp15.000 per buah, sementara masker bahan kain naik dari harga Rp3.000 ke kisaran Rp5.000 per buah.

Baca Juga  Harga Emas Antam Kamis 30 Juli 2026 Imbas Fluktuasi

Meskipun demikian, banderol di tiap apotek tidak selalu sama. Perbedaan harga ditentukan oleh besaran angka pembelian dari pemasok, ketersediaan barang, serta jumlah stok yang tersedia di masing-masing apotek.

Petugas apotek di kawasan Kota Padang berinisial R membenarkan bahwa lonjakan pesanan terjadi semenjak pekatnya kabut asap tersebar di wilayah Padang.

“Permintaan memang meningkat sejak kabut asap semakin pekat. Sekarang ada beberapa jenis yang stoknya mulai terbatas,” katanya.