Berita

Ada Pengurasan Reservoir Sikayan, Pasokan Air PDAM Kota Padang Berpotensi Terganggu

×

Ada Pengurasan Reservoir Sikayan, Pasokan Air PDAM Kota Padang Berpotensi Terganggu

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Layanan pasokan air bersih bagi pelanggan Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang diprediksi mengalami penurunan tekanan hingga penghentian alir sementara pada Rabu (28/10/2026).

Kondisi ini terjadi seiring diadakannya agenda pemeliharaan berupa pengurasan fasilitas Reservoir Sikayan yang memakan waktu sekitar lima jam.

Pihak PDAM Kota Padang melalui Humas Adhie Zein menjelaskan bahwa proses teknis di lapangan diselenggarakan mulai pukul 09.00 WIB sampai 14.00 WIB.

Efek langsung dari pengerjaan ini adalah penurunan debit air yang mengalir ke rumah-rumah warga, bahkan berisiko terhenti total dalam kurun waktu tersebut.

Baca Juga  Tekan Angka Stunting, Pemko Gelar Kegiatan DASHAT di Kota Padang Melalui Kampung KB

“Selama pekerjaan berlangsung, tekanan air ke pelanggan berpotensi berkurang hingga tidak mengalir untuk sementara waktu,” kata Adhi Rabu (28/10/2026).

Sejumlah daerah yang masuk dalam pemetaan terdampak meliputi area Jondul, Gaung, Cendana Mata Air, Jalan St. Syahrir, serta area di sebagian Padang Selatan.

Di samping itu, penurunan performa distribusi air ini berisiko meluas ke sebagian wilayah Palinggam dan Kampung Baru Cangkeh.

Pada waktu bersamaan, warga yang bertempat tinggal di sekitar Teluk Bayur diperkirakan bakal merasakan pasokan air yang melembut atau melemah.

Baca Juga  Kesiapan Pemerintah dan Sekolah Mutlak Diperlukan dalam Penghapusan Tenaga Honorer

Hal senada berpotensi mengganggu cakupan area pelayanan bagian selatan, di mana pelanggan mungkin mendapati aliran air menyusut hingga padam sejenak.

Guna meminimalisasi kendala selama proses perawatan infrastruktur berlangsung, manajemen PDAM Kota Padang meminta masyarakat di kawasan terkait untuk mempersiapkan cadangan air sebelum kegiatan pengurasan dimulai.

Stok air tersebut sangat krusial agar kegiatan domestik warga tidak terhambat.

“Kami mengimbau pelanggan menampung air secukupnya sebagai cadangan sebelum pekerjaan dimulai agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan lancar,” ujarnya. (*)