HeadlineOtotekno

Kenapa Suzuki Thunder Dilarang Isi BBM di SPBU? Ini Alasannya

×

Kenapa Suzuki Thunder Dilarang Isi BBM di SPBU? Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini
Suzuki Thunder 125. (Foto: Seruni.co)

SERUNI.CO – Jagat dunia maya baru-baru ini digemparkan oleh sebuah rekaman video yang menampilkan deretan panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan adanya pengguna sepeda motor merk Suzuki Thunder.

Keunikan tayangan tersebut terletak pada barisan antrean yang didominasi oleh sepeda motor sport lawas, Suzuki Thunder.

Unggahan viral ini seketika menuai bermacam-macam respons dari para pengguna internet.

Sebagian besar dari mereka merasa heran sekaligus mempertanyakan volume tangki bahan bakar minyak (BBM) dari motor rakitan pabrikan berlogo ‘S’ tersebut, yang dianggap sanggup memuat bensin dengan kapasitas di luar kewajaran.

Padahal, mengacu pada data spesifikasi resmi yang dikeluarkan pabrikan, Suzuki Thunder 125 sejatinya hanya dibekali dengan tangki bensin berkapasitas 14 liter.

Meski demikian, ukuran tangki tersebut memang dikategorikan cukup besar untuk kelasnya serta berada di atas rata-rata motor sport ringan lain di masa kejayaannya.

Di sisi lain, belum lama ini pihak redaksi turut menemukan adanya papan peringatan khusus di salah satu SPBU kawasan Jakarta Selatan.

Papan pengumuman tersebut secara spesifik mencantumkan larangan bagi kendaraan bermotor tipe Thunder untuk melakukan pengisian BBM.

Baca Juga  KPK Tetapkan Lima Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan BNPB Lewat OTT

Kebijakan tegas yang diambil oleh pengelola SPBU ini disinyalir kuat sebagai langkah antisipasi terhadap praktik modifikasi tangki atau tindakan penyalahgunaan pembelian BBM bersubsidi oleh oknum pedagang eceran.

Fenomena ini terjadi karena model motor ini kerap kali dikaitkan dengan kegiatan melangsir bensin, mengingat daya tampung tangkinya yang dinilai sangat menguntungkan bagi para pengecer.

Tanggapan dari Komunitas Pengguna Suzuki Thunder

Merespons fenomena viral sekaligus keberadaan papan larangan tersebut, perwakilan dari komunitas pemilik Suzuki Thunder akhirnya memberikan penjelasan.

Ketua Umum Komunitas Suzuki Thunder (Koster), Rohani, mengungkapkan bahwa sampai dengan saat ini dirinya pribadi maupun anggota Koster yang lain belum pernah menghadapi penolakan ketika ingin mengisi bahan bakar di SPBU.

“Mungkin hanya di SPBU-SPBU yang mungkin sudah distempel itu ya? Karena kalau kita bikers, biasanya itu kalau misalkan ada beberapa member yang dilarang, kan kita bisa jawab. Kita ini bukan untuk jual dibelikan lagi, kita ini pengguna,” tutur Rohani baru-baru ini.

Rohani tidak menyangkal bahwa sudut pandang masyarakat luas saat ini sudah terlanjur melekatkan citra sepeda motor tersebut dengan kegiatan perniagaan bensin eceran.

Baca Juga  Patroli Dini Hari Satpol PP Padang Amankan Belasan Remaja dan Minol

Walau begitu, ia memberikan penegasan bahwa fungsionalitas motor ini bagi para anggota komunitas sepenuhnya hanya dimanfaatkan sebagai alat transportasi harian serta penyaluran hobi.

“Pengguna motor Thunder memang yang hampir orang bilang itu, Thunder itu udah image-nya kan udah buat bensin eceran ya. Nah, tapi selama ini saya dari yang 125 cc sampai 250 cc pun masih boleh,” jelas Rohani.

Perbandingan Kapasitas Tangki di Kelas Motor Sport

Merujuk pada standar data teknis, kapasitas tangki standar milik Suzuki Thunder 125 yang mencapai 14 liter memang terbilang masif untuk sebuah sepeda motor sport yang mengusung mesin berkubikasi 125 cc.

Sebagai tolok ukur perbandingan dengan beberapa kompetitor di kelas motor sport ringan, berikut adalah rincian kapasitas tangki bensin dari berbagai merek:

  • Yamaha Vixion: 12 liter
  • Yamaha Byson: 12 liter
  • Honda CB150R StreetFire: 12 liter
  • Honda CB150X: 12 liter
  • Honda CBR150R: 12 liter
  • Honda Verza: 12,2 liter
  • Honda MegaPro FI: 12,3 liter. (*)