Berita

Tangki Mobil Dipenuhi Endapan Mirip Semen, Bengkel di Padang Kebanjiran Kendaraan Mogok

×

Tangki Mobil Dipenuhi Endapan Mirip Semen, Bengkel di Padang Kebanjiran Kendaraan Mogok

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Seorang jurnalis dari media Harian Rakyat Sumbar ketika berniat menelusuri keluhan warga terkait dugaan masalah kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Kota Padang ternyata ia salah satu korban.

Saat sedang dalam perjalanan menuju bengkel untuk meliput fenomena tersebut, armada yang dikendarainya justru mendadak kehilangan tenaga hingga mengalami gangguan mesin serupa.

Insiden bermula ketika jurnalis tersebut berniat melakukan penelusuran jurnalistik atas maraknya laporan pemilik kendaraan yang mogok usai mengisi Pertalite di wilayah Kota Padang dan berbagai sudut Sumatera Barat (Sumbar).

Di tengah perjalanan menuju tempat servis, mobil operasional peliputan tersebut hilang daya secara tiba-tiba, sehingga harus dituntun ke bengkel untuk dilakukan pembongkaran tangki bahan bakar.

Seiring meningkatnya keresahan warga, sejumlah tempat perbaikan kendaraan di Kota Padang kini mulai kewalahan melayani lonjakan mobil dengan keluhan kelumpuhan sistem pembakaran.

Salah satu lokasi servis yang kebanjiran pelanggan adalah Bengkel CIA di Kampuang Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

Baca Juga  Telkomsel dan Pemko Padang Gelar Liga Sang Juara Tingkat SMP

Pengelola bengkel, Hendra, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima gelombang kedatangan kendaraan berspesifikasi masalah serupa dalam empat hari belakangan.

Berdasarkan pemeriksaan mekanik pada beberapa unit mobil, ditemukan gumpalan atau endapan putih tebal menyerupai material semen yang menyumbat area saringan tangki dan pompa bahan bakar (fuel pump).

Cairan BBM yang dikuras dari dalam tangki pun tampak berwarna keruh kekuningan bercampur abu-abu.

“Permasalahan terjadi pada bagian saringan tangki dan pompa bensin (fuel pump) yang tertutup endapan putih pekat menyerupai semen,” kata Hendra.

Hendra menerangkan bahwa kerak tebal tersebut secara langsung menyumbat pasokan BBM menuju ruang bakar, yang mengakibatkan mesin mobil mendadak loyo hingga mati total.

Apabila tingkat penyumbatan sudah parah, komponen utama terpaksa harus diganti baru.

“Endapan yang mirip semen ini yang membuat mobil mogok. Jika kerusakannya parah, terpaksa kami mengganti fuel pump kendaraan tersebut,” jelasnya.

Fenomena dugaan kontaminasi bahan bakar ini tak hanya merugikan para pemilik kendaraan, melainkan juga memicu kelangkaan suku cadang di tingkat penyedia jasa perbaikan mobil di Kota Padang.

Baca Juga  Truk Masuk Jurang di Sitinjau Lauik Padang, Sopir Selamat

Hendra menyebutkan bahwa ketersediaan stok fuel pump dan saringan bensin kini menjadi barang langka akibat tingginya permintaan.

“Rata-rata banyak mobil yang masuk bengkel saat ini mempunyai masalah tersebut. Akibatnya, saringan minyak dan pompa bensin menjadi rebutan bagi pihak bengkel,” tambah Hendra.

Situasi ini mendesak diperlukannya investigasi teknis dan uji laboratorium secara komprehensif guna memastikan sumber penyebab utama kelumpuhan massal kendaraan tersebut, apakah murni dipicu oleh kualitas pasokan BBM atau disebabkan faktor teknis lain.

Sebagai korban yang mendapati mobil peliputannya turut mogok, jurnalis Harian Rakyat Sumbar, Endang, mendesak pihak berwenang dan penyedia layanan BBM untuk segera mengambil tindakan nyata serta transparan.

“Pertamina harus segera memberikan penjelasan. Kalau memang terbukti ada persoalan pada kualitas BBM, masyarakat tentu berhak mendapatkan pertanggungjawaban atas kerugian yang dialami, baik materil maupun moril,” katanya. (*)