SERUNI.CO – Ruang Khusus I DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjadi saksi diskusi hangat antara pihak legislatif dan akademisi.
Kepala Bagian (Kabag) Persidangan dan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Sumbar, Dahrul Idris, S.STP, M.Si, secara langsung menyambut kunjungan audiensi dari jajaran dosen beserta mahasiswa-mahasiswi Universitas Eka Sakti pada Rabu, 17 Juni 2026.
Pertemuan ini sengaja digelar sebagai ruang edukasi bagi generasi muda. Dalam kesempatan tersebut, pihak sekretariat memberikan pemaparan komprehensif mengenai fungsi, tugas, serta wewenang yang melekat pada DPRD.
“Kita sengaja menerima adek- adek untuk memberikan penjelasan dalam tugas dan wewenang DPRD,” ujar Dahrul Idris.
Stimulus APBD dan Dorongan Menjadi Pengusaha
Di hadapan para peserta audiensi, Dahrul Idris memaparkan peran strategis Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Barat.
Menurutnya, APBD memiliki sifat stimulus yang krusial apabila dioptimalkan oleh pemerintah daerah. Anggaran tersebut berfungsi memicu pertumbuhan ekonomi, mendongkrak daya beli masyarakat, hingga membuka lapangan pekerjaan baru.
Sektor kewirausahaan juga menjadi sorotan dalam diskusi ini. Dahrul mengungkapkan bahwa unsur pimpinan DPRD Sumbar saat ini sangat mendukung para mahasiswa untuk berani mengambil jalur sebagai entrepreneur.
“Pimpinan kita saat ini, memberikan dorongan kepada adek- adek mahasiswa- mahasiswi jadi pengusaha untuk membuka lapangan membuka lapangan kerja,” kata Dahrul Idris.
Respons Isu Ekonomi dan Pesan untuk Mahasiswa
Menjawab dinamika ekonomi yang sedang terjadi, Dahrul Idris menjelaskan bahwa fluktuasi nilai tukar dolar yang meningkat tidak serta-merta langsung melemahkan daya beli seluruh lapisan masyarakat.
Kendati demikian, ia tetap berpesan agar para mahasiswa mempersiapkan diri dengan kapasitas personal yang kuat guna menghadapi tantangan zaman.
“Saya minta adek- adek banyak baca buku, adek- adek harus punya nilai. Adek- adek memiliki keterampilan dan karakter yang bagus,” tutur Dahrul Idris menekankan pentingnya literasi, nilai diri, keterampilan, dan karakter yang baik.
Pertemuan yang membahas berbagai kondisi mutakhir ini berjalan dengan sangat interaktif dan akrab.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh mahasiswa dan mahasiswi sepanjang sesi audiensi berlangsung. (*)












