SERUNI.CO – Guna memperkuat sistem pengamanan serta respons tanggap darurat di lingkungan transportasi publik, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (Divre II Sumbar) bersama Kepolisian Daerah Sumbar menggelar Simulasi Latihan Gabungan Penanganan Aksi Teror pada Moda Transportasi Kereta Api di Stasiun Padang, Kamis (1/10).
Agenda strategis ini dirancang untuk memantapkan kesiapsiagaan seluruh personel dalam memitigasi potensi potensi ancaman kejahatan, terutama tindak terorisme di area stasiun maupun sepanjang jalur lintasan.
Lewat latihan terpadu ini, alur koordinasi, pemahaman regulasi, serta fungsi operasional lintas instansi diuji secara mendalam demi memastikan respons cepat saat kondisi darurat terjadi.
Pelaksanaan kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya, Manager Pengamanan Kolonel Laut (P) Surya Ari Muryanto, CTMP., CHRMP, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab beserta jajaran manajemen Divre II Sumbar, Karo Ops Polda Sumbar Kombespol Dessy Ismail, Dansat Brimob Polda Sumbar Kombespol Lukman Syafri, Kepala SPN Polda Sumbar Kombespol Erwin Suwando, Kabidhumas Polda Sumbar Kombespol Susmelawati Rosya, Kapolresta Padang Kombespol Apri Wibowo, serta jajaran PJU Polda Sumbar.
Rangkaian simulasi diawali penyampaian laporan kegiatan dan pemaparan skenario operasional.
Sesi teknis tersebut memetakan alur komunikasi, sistem komando, hingga skema taktis penanganan krisis yang wajib dijalankan oleh masing-masing unit kerja sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Tidak hanya menguji kecakapan teknis personel di lapangan, ajang ini berfokus pada integrasi jaringan komunikasi antarinstansi.
Efektivitas koordinasi lintas sektoral menjadi krusial mengingat penanganan ancaman di sarana publik menuntut presisi tinggi, kecepatan tindakan, serta jaminan keselamatan penuh bagi para penumpang dan petugas.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan aktif Polda Sumbar dalam menyukseskan agenda kolaboratif ini.
Menurutnya, latihan bersama menjadi momentum penting untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi gangguan keamanan.
“KAI mengapresiasi kolaborasi dan sinergi Polda Sumbar dalam pelaksanaan latihan gabungan ini. Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dari upaya kita bersama untuk memastikan kesiapan personel, prosedur, serta mekanisme koordinasi dalam menghadapi situasi darurat. Dengan latihan bersama, setiap unsur dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing sehingga apabila menghadapi kondisi yang sebenarnya, respons dapat dilakukan secara cepat, tepat, terukur, dan terkoordinasi sesuai prosedur serta kewenangan,” ujar Reza.
Ungkapan senada disampaikan Kabidhumas Polda Sumbar Kombespol Susmelawati Rosya kepada KAI Divre II Sumbar atas dukungan penuh selama gelaran simulasi.
Ketersediaan sarana pendukung dan titik lokasi simulasi dinilai menjadi faktor penentu kelancaran seluruh tahapan latihan.
“Polda Sumbar mengapresiasi dukungan dan kerja sama yang diberikan PT KAI dalam menyukseskan latihan penanganan aksi teror ini. KAI telah mendukung pelaksanaan kegiatan melalui penyediaan tempat, sarana, serta berbagai fasilitas pendukung, termasuk penggunaan dua gerbong kereta api sebagai bagian dari skenario latihan. Dukungan tersebut sangat membantu sehingga simulasi dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Susmelawati.
Lebih lanjut, Susmelawati menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah konkrit dalam membangun sistem ketahanan transportasi publik.
Upaya menjaga kondusivitas wilayah memerlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.
“Keamanan dan keselamatan masyarakat, khususnya di sarana transportasi publik, merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi dan kolaborasi seperti yang dilakukan bersama KAI perlu terus diperkuat. Kami berharap kerja sama ini dapat terus terjalin dan semakin solid dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tambah Susmelawati.
Pada sesi peragaan simulasi, personel gabungan mempraktikkan serangkaian prosedur darurat penanganan terorisme, mulai dari sterilisasi area, laporan awal, pengendalian titik krisis, hingga evakuasi taktis para pelanggan dari area terdampak.
Tahapan penanganan lanjutan juga diperagakan oleh tim khusus sesuai dengan kewenangan operasional.
Seluruh peragaan dijalankan dengan memperhitungkan faktor keselamatan tingkat tinggi guna menekan potensi risiko terhadap masyarakat maupun fasilitas operasional di sekitar lokasi kejadian.
Bagi manajemen KAI, ajang ini menjadi instrumen evaluasi komprehensif terhadap efektivitas SOP dan alur komando yang ada.
Catatan hasil latihan akan dijadikan bahan penyempurnaan kualitas tanggap darurat di seluruh wilayah operasional perkeretaapian.
Sinergi antara KAI Divre II Sumbar dan Polda Sumbar diharapkan dapat terus berkelanjutan melalui komunikasi intensif dan pelatihan berkala.
Penguatan kordinasi lintas lembaga ini ditujukan untuk membangun sistem keamanan perjalanan kereta api yang kian solid, aman, dan tepercaya di Sumbar. (*)












