Berita

Sistem Arisan Musala Nurul Yakin Padang Himpun 14 Sapi

×

Sistem Arisan Musala Nurul Yakin Padang Himpun 14 Sapi

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Sebuah musala yang terletak di kawasan lereng perbukitan Kota Padang sukses menorehkan capaian luar biasa dalam menghimpun hewan kurban.

Berlokasi di Kampung Lereng, Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Musala Nurul Yakin berhasil mengumpulkan hewan kurban dalam jumlah besar berkat konsistensi penerapan sistem arisan.

Pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah, pihak pengurus menyembelih total 14 ekor sapi terdiri atas 11 sapi ukuran standar dan tiga sapi ukuran besar atau setara dengan 17 ekor sapi standar.

Prosesi penyembelihan tersebut dilaksanakan langsung usai Salat Iduladha pada Rabu (27/5/2026) dengan dipimpin oleh Ustaz Jhoni Al-Anas.

Sistem arisan kurban yang telah dirintis sejak tahun 2020 ini menjadi motor penggerak utama. Ketua Pelaksana Kurban, Irsadinas, membeberkan bahwa program inovatif ini sengaja dirancang untuk meringankan beban finansial masyarakat yang merasa berat jika harus menyetor biaya kurban secara kontan sekaligus.

“Kalau langsung membayar Rp2.400.000, sebagian warga tidak sanggup. Karena itu kami membuat sistem arisan Rp50 ribu per minggu. Dalam sebulan terkumpul Rp200 ribu dan setahun menjadi Rp2,4 juta,” katanya.

Mekanisme Pengelolaan dan Transparansi Panitia

Dalam pelaksanaannya, proses administrasi pembayaran dikontrol secara disiplin menggunakan media dua kartu yang masing-masing dipegang oleh peserta dan panitia. Waktu pemungutan iuran pun memanfaatkan momentum kegiatan keagamaan jemaah.

Pengumpulan uang dilakukan berkala setiap wirid malam Kamis, mengambil slot waktu setelah Salat Magrib hingga menjelang Isya, yang kemudian langsung disambung dengan agenda arisan kurban.

Baca Juga  Demi Biaya Berobat Anak, Ayah Curi Kabel Tower di Payakumbuh

Langkah ini terbukti sangat efektif menstimulasi minat warga untuk menunaikan ibadah kurban.

Strategi tersebut bahkan berhasil menyasar kalangan lansia berusia 50 sampai 60 tahun yang pada tahun-tahun sebelumnya belum pernah mendapatkan kesempatan untuk berkurban.

“Rata-rata peserta yang ikut arisan kurban memang sebelumnya belum pernah berkurban,” ujarnya.

Melalui skema pengelolaan yang rapi, volume hewan kurban di Musala Nurul Yakin konsisten merangkak naik tiap tahun.

Dari yang semula hanya menyentuh angka setara 12 ekor sapi standar, kini melonjak hingga setara 17 ekor sapi standar.

Irsadinas memaparkan kunci sukses pertumbuhan ini terletak pada keterbukaan manajemen serta pelibatan aktif komponen jemaah dalam merumuskan kebijakan.

“Kuncinya, kami harus memiliki manajemen yang terbuka. Semua saran masyarakat kami tampung dan dimusyawarahkan bersama. Struktur kerja juga dibuat jelas,” katanya.

Dampak dari kredibilitas kepanitiaan yang solid membuat kepesertaan arisan meluas hingga menjangkau warga di luar lingkungan musala.

“Untuk kawasan Tabing Banda Gadang, baik masjid maupun musala, sekarang kami termasuk yang terbesar,” ujarnya.

Respons Positif Peserta dan Penerima Kurban

Manfaat nyata dari program ini turut dirasakan langsung oleh Afrina, salah seorang peserta yang mengaku sudah rutin bergabung dalam sistem arisan ini selama kurun waktu sekitar lima tahun.

“Rp50 ribu per minggu lebih ringan dibanding bayar sekaligus,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap aspek akuntabilitas finansial dari pihak pengurus.

Baca Juga  Alek Kapalo Banda Batipuh, Zigo Rolanda Dorong Percepatan Infrastruktur Pascabencana

“Pengelolaannya jelas dan laporan keuangannya terbuka,” ujarnya.

Di sisi lain, Yosnini selaku warga penerima daging kurban mengapresiasi kinerja kepanitiaan yang dinilai profesional saat melakukan proses pendistribusian di lapangan.

“Pembagiannya tertib dan merata, jadi warga merasa nyaman,” katanya.

Menurut Yosnini, komoditas daging kurban ini sangat membantu pemenuhan gizi keluarga. Atmosfer kurban di musala ini dirasakan berbeda karena kentalnya rasa kekompakan warga serta pola kerja panitia yang sistematis.

Pengawasan Ketat Distribusi dan Dukungan Operasional

Bendahara Musala Nurul Yakin, Aipda Dasrial, S.Kom, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan mulai dari tahap penjagalan hingga pembagian daging diatur secara ketat serta berbasis data guna menghindari adanya penyimpangan.

“Dari ekor, kaki, hingga kepala, semua kami catat. Tidak ada yang keluar sebelum ada pembagian,” katanya.

Guna mengantisipasi adanya masyarakat yang tercecer atau belum terakomodasi oleh kupon resmi, panitia telah menyiagakan stok cadangan berkisar antara 30 hingga 40 kantong daging.

Menurut Dasrial, sinergi dan hilangnya sekat pembatas antar-kelompok warga menjadi modal utama kelancaran agenda ini.

“Kami tidak membedakan warga lokal maupun warga komplek. Semua bergabung dan ini menjadi ajang silaturahmi,” ujarnya.

Dirinya juga menekankan bahwa seluruh kalkulasi biaya operasional kurban selalu dipublikasikan secara transparan di hadapan jemaah guna terus memupuk tingkat kepercayaan publik.

“Tahun ini kami juga mendapat bantuan baju rompi dari Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Pak Mastilizal Aye,” katanya. (*)