SERUNI.CO – Pucuk pimpinan Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) resmi berganti. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. sebagai Kapolda Sumbar yang baru melalui Surat Telegram nomor: ST/960/V/KEP/2026 tertanggal 7 Mei 2026.
Irjen Djati menggantikan Irjen Gatot Try Suryanta yang kini mendapatkan penugasan baru sebagai Perwira Tinggi (Pati) Lemdiklat Polri.
Penunjukan ini sekaligus membawa pulang sosok jenderal pakar intelijen ke tanah Minangkabau.
Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991.
Hal ini menjadikannya rekan satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Pria kelahiran Surakarta, 3 Agustus 1969 ini memiliki latar belakang pendidikan kedinasan yang mumpuni, meliputi:
-
AKPOL (1991)
-
PTIK (2002)
-
SESPIM (2009)
-
SESPIMTI (2019)
Pakar di Bidang Intelijen dan Keamanan
Sepanjang kariernya, jenderal bintang dua ini dikenal sangat berpengalaman di bidang Intelijen dan Keamanan (Intelkam).
Keahliannya diuji melalui berbagai jabatan strategis, mulai dari tingkat Polres hingga Mabes Polri.
Kariernya dimulai dengan penugasan di wilayah Kalimantan Tengah sebagai Kapolres Barito Selatan (2011) dan Wadirintelkam Polda Kalteng (2012).
Ketajamannya di bidang intelijen kemudian membawanya menjabat sebagai Dirintelkam Polda Riau (2014) dan Dirintelkam Polda Jateng (2020).
Karier Menanjak di Mabes Polri dan Wilayah Strategis
Sebelum menjabat sebagai Kapolda Sumbar, Irjen Djati telah menduduki sejumlah posisi krusial di Baintelkam Polri dan posisi Wakil Kepala Kepolisian Daerah di wilayah vital.
Berikut adalah rincian riwayat jabatannya:
-
Analis Utama Tk. I Baintelkam Polri (2019)
-
Dirkamsus Baintelkam Polri (2021—2024)
-
Wakapolda Kalimantan Timur (2024)
-
Wakapolda Metro Jaya (2024—2025)
-
Kapolda Kalimantan Utara (2025—2026)
Kini, per 7 Mei 2026, ia resmi mengemban amanat sebagai Kapolda Sumatera Barat.
Kehadiran Irjen Djati diharapkan mampu membawa stabilitas keamanan dan inovasi dalam pelayanan kepolisian di wilayah Sumatera Barat dengan mengedepankan pengalaman intelijen yang dimilikinya. (*)












