Headline

Pemko Padang Aktifkan Pendidikan Agama SMP-MTs di 970 Masjid

×

Pemko Padang Aktifkan Pendidikan Agama SMP-MTs di 970 Masjid

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mempertegas komitmennya dalam pembentukan moral generasi muda melalui pengaktifan kembali program pendidikan agama Islam bagi siswa SMP dan MTs.

Program ini akan dipusatkan di masjid dan musala di lingkungan tempat tinggal masing-masing siswa dengan jadwal rutin tiga kali sepekan, yakni setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu.

Rencana strategis ini dimatangkan dalam Rapat Revisi Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) dan Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA) yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (30/4/2026).

Manajemen Waktu dan Keseimbangan Istirahat Siswa

Dalam arahannya, Wali Kota Fadly Amran memberikan perhatian khusus pada pengaturan waktu belajar agar siswa tidak mengalami kelelahan fisik maupun mental.

Baca Juga  Kualitas Udara Kota Padang Kategori Berbahaya, BPBD Imbau Warga Pakai Masker

Ia mengingatkan bahwa siswa sudah memulai aktivitas sejak subuh melalui program Subuh Mubarakah.

“Waktu berkualitas anak-anak bersama keluarga dan jam istirahat mutlak harus tetap diperhatikan. Jangan sampai di lapangan pelaksanaannya menjadi berlebihan dan tidak terkontrol,” tegas Fadly Amran.

Fadly menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian integral dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahunan Kota Padang.

Ia menginstruksikan sistem pemantauan berbasis digital agar pelaksanaan di lapangan tetap tertib dan terukur.

Peluncuran Serentak pada Hari Pendidikan Nasional

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengungkapkan bahwa program MDTW dan TQA ini akan diluncurkan secara resmi pada 2 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Skala program ini tergolong masif dengan melibatkan 970 masjid dan musala di seluruh penjuru Kota Padang.

Baca Juga  Kenapa Suzuki Thunder Dilarang Isi BBM di SPBU? Ini Alasannya

Secara teknis, pemerintah telah menyiagakan 1.227 tenaga pendidik untuk membimbing:

  • 36.175 santri jenjang SMP.

  • 7.891 santri jenjang MTs.

“Proses belajar dimulai dengan salat Magrib berjemaah hingga Isya. Materi difokuskan pada konsep 3T, yaitu Tahsin, Tahfiz, dan Tafsir dengan metode halaqah serta klasikal,” jelas Maigus Nasir didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Yopi Krislova.

Melalui integrasi pendidikan formal di sekolah dan pendidikan karakter di masjid, Pemko Padang berharap dapat melahirkan generasi yang unggul secara akademis sekaligus memiliki fondasi spiritual yang kokoh. (*)