Berita

BPBD Agam Catat 62 Bencana Alam Sejak Awal Tahun 2026

×

BPBD Agam Catat 62 Bencana Alam Sejak Awal Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Banjir bandan dan tanah longsor di Kabupaten Agam. (Foto: BNPB)

SERUNI.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan telah terjadi sebanyak 62 peristiwa bencana alam di wilayah tersebut sepanjang empat bulan pertama tahun 2026. Data ini terhitung sejak periode Januari hingga April.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, yang didampingi oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik, Abdul Ghafur merinci bahwa puluhan bencana tersebut terdiri dari berbagai jenis anomali cuaca dan pergerakan tanah.

“62 bencana alam itu berupa tanah longsor, banjir bandang, angin puting beliung, banjir dan lainnya,” ungkap Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Senin (11/5/2026).

Data Sebaran Bencana per Bulan

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Agam, frekuensi bencana fluktuatif setiap bulannya dengan rincian sebagai berikut:

  • Januari (13 Kejadian): Tersebar di Malalak (4), Tanjung Raya (4), Canduang (2), serta Ampek Nagari, Lubuk Basung, Palupuh, dan Ampek Angkek masing-masing 1 kejadian.

  • Februari (26 Kejadian): Puncak frekuensi bencana terjadi di bulan ini, didominasi oleh Kecamatan Tanjung Raya dengan 14 kejadian, Palembayan (7), Lubuk Basung (2), serta Tanjung Mutiara, Canduang, dan Malalak masing-masing 1 kejadian.

  • Maret (5 Kejadian): Terjadi penurunan drastis dengan sebaran di Tanjung Raya (2), Malalak (2), dan Palembayan (1).

  • April (18 Kejadian): Bencana kembali meningkat dengan sebaran di Palupuh (9), serta Ampek Koto, Tanjung Raya, Lubuk Basung, Tilatang Kamang, Canduang, Ampek Angkek masing-masing 1 kejadian.

Baca Juga  Dirlantas Polda Sumbar Raih Pin Emas dari Kapolri

Untuk data periode Mei 2026, pihak BPBD menyatakan masih dalam tahap pendataan dan belum diinput ke dalam laporan resmi tahunan.

Pada April 2026, dilaporkan satu warga meninggal dunia akibat tersambar petir dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka saat berada di pondok sawah.

BPBD juga mengingatkan kembali tragedi banjir bandang pada akhir November 2025 yang mengakibatkan 165 orang meninggal dunia sebagai pengingat akan besarnya risiko bencana di daerah tersebut.

Menyikapi kondisi ini, masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai serta daerah rawan bencana diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga  Polresta Padang Ringkus Buron Pencuri BBM di Kawasan Pauh

“Warga di daerah sungai dan rawan bencana diminta mengungsi ke lokasi lebih aman saat curah hujan cukup tinggi. Bagi pengendara, diminta hati-hati saat melewati daerah rawan bencana,” tegasnya. (*)