BeritaHeadline

Banjir Tiga Kecamatan di Padang, BPBD Catat 498 Jiwa dan 120 Rumah Terdampak

×

Banjir Tiga Kecamatan di Padang, BPBD Catat 498 Jiwa dan 120 Rumah Terdampak

Sebarkan artikel ini
Evakuasi warga yang terdampak banjir bandang di Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (10/10/2026). (Foto: Seruni.co)

SERUNI.CO – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Sabtu (10/10/2026) sore mengakibatkan genangan banjir di sejumlah kawasan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang melaporkan setidaknya tiga kecamatan mengalami dampak paling signifikan akibat luapan air tersebut.

Tiga daerah yang terdampak luapan banjir ini meliputi Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, serta Kuranji.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Ricky Januar Alexander, menyatakan bahwa merujuk pada pendataan awal, terdapat ratusan jiwa dan puluhan bangunan rumah warga yang terkena imbas bencana cuaca ekstrem tersebut.

“Data sementara kita mencatat ada 498 jiwa yang terdampak, dengan total 120 unit rumah terendam,” ujar Ricky saat memberikan keterangan pada Sabtu malam.

Infrastruktur Rusak di Kuranji, Nihil Pengungsi

Selain menerjang tempat tinggal warga, luapan banjir turut merusak beberapa fasilitas fisik. Pihak BPBD mencatat kerusakan sarana infrastruktur tersebut berlokasi di wilayah Kampung Guo, Kecamatan Kuranji.

Baca Juga  Zigo Rolanda Dorong Pembangunan Dermaga Kepulauan Mentawai untuk Pangkas Waktu Tempuh

Walaupun sempat menimbulkan kepanikan dan membuat masyarakat berhamburan mencari tempat aman, BPBD memastikan situasi saat ini telah terkendali serta tidak ada warga yang mengungsi secara permanen.

“Alhamdulillah untuk pascabencana ini nihil pengungsi. Tadi memang ada warga yang sempat mengamankan diri ke masjid, musala, maupun rumah kerabat. Namun, itu hanya tempat evakuasi sementara. Saat ini mereka sudah kembali ke rumah masing-masing,” tambah Ricky.

Pihak BPBD juga mengonfirmasi bahwa sampai Sabtu malam, fasilitas pelayanan publik seperti pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) maupun bangunan pendidikan/sekolah di lingkungan Kota Padang tidak mengalami kerusakan atau gangguan operasional akibat banjir.

Peringatan BMKG: Waspada Gelombang Pasang dan Cuaca Ekstrem hingga 12 Oktober

Mengantisipasi risiko bencana susulan, BPBD Kota Padang meminta warga untuk tidak menurunkan kewaspadaan. Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca buruk serta fenomena pasang air laut diproyeksikan berlangsung pada rentang 9 hingga 12 Oktober 2026.

Baca Juga  Gempa M4.7 Guncang Padang Pagi Ini, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Ricky mengingatkan, perpaduan antara tingkat curah hujan yang tinggi dan kondisi pasang air laut berpotensi memperparah luapan air di wilayah pesisir maupun kawasan dataran rendah Kota Padang.

“Anomali cuaca saat ini sangat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu—bisa mereda, namun bisa juga menjadi ekstrem kembali. Hujan di Sumatera Barat memang terbilang sulit diprediksi secara pasti,” jelasnya.

Jajaran BPBD mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang menetap di titik rawan banjir dan sepanjang aliran sungai, untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan.

“Kami imbau masyarakat tetap waspada dan siaga. Kesiapsiagaan adalah hal utama yang harus kita pegang saat menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu ini,” tutup Ricky.