SERUNI.CO – Gempa tektonik melanda wilayah Kota Padang dan sejumlah daerah sekitarnya di Sumatera Barat pada Minggu pagi (21/6/2026) pukul 09.33 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa guncangan tersebut berkekuatan magnitudo M4.7 dan tidak memiliki potensi untuk memicu bencana gelombang tsunami.
Analisis Parameter dan Sumber Gempa Bumi
Data resmi hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi ini terletak di wilayah laut pada koordinat geografis 1.25° LS dan 99.8° BT.
Pusat getaran berjarak kurang lebih 71 kilometer di sebelah Barat Daya Kota Padang, Sumatera Barat, dengan tingkat kedalaman hiposenter mencapai 24 kilometer.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang, Suaidi Ahadi, memberikan penjelasan mendalam terkait karakteristik fenomena alam tersebut dalam keterangan resminya.
“Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempabumi, gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi dangkal akibat adanya aktifitas Sesar Mentawai,” kata Suaidi Ahadi.
Peta Guncangan dan Dampak yang Dirasakan
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), efek getaran dari gempa bumi ini dirasakan di berbagai wilayah dengan tingkat intensitas yang berbeda:
- Skala II – III MMI: Dirasakan di wilayah Padang, Pariaman, dan Kepulauan Mentawai. Pada skala intensitas ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah oleh banyak orang seakan ada truk yang melintas, serta menyebabkan benda ringan yang digantung bergoyang.
- Skala I – II MMI: Dirasakan di wilayah Padang Panjang, Bukittinggi, Solok, Muko-Muko, hingga Pasaman Barat. Pada skala ini, getaran umumnya dirasakan beberapa orang saja atau terekam alat seismograf, meski benda ringan yang digantung tetap ikut bergoyang.
Sampai dengan saat ini, otoritas terkait melaporkan belum ada temuan atau laporan masuk mengenai dampak kerusakan pada bangunan akibat aktivitas tektonik tersebut.
Aktivitas Gempa Susulan dan Imbauan Resmi BMKG
BMKG terus memperketat pengawasan pasca-gempa utama. Berdasarkan hasil monitoring yang berjalan hingga pukul 09.54 WIB di hari yang sama, sistem mencatat telah terjadi aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak 1 kali.
Guna mengantisipasi kesimpangsiuran informasi, masyarakat diminta untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
BMKG mengimbau publik agar memastikan seluruh rujukan informasi bersumber dari kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, seperti:
- Instagram & Twitter (X): @infoBMKG
- Situs Web: http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id
- Telegram: https://t.me/InaTEWS_BMKG
- Aplikasi Mobile: ‘wrs-bmkg’ atau ‘infobmkg’ di iOS dan Android. (*)












