Entertainment

Gala Premiere Film Urang Bunian Sukses Sedot Perhatian Tokoh Minang di Padang

×

Gala Premiere Film Urang Bunian Sukses Sedot Perhatian Tokoh Minang di Padang

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Antusiasme luar biasa mewarnai ajang gala premiere Film Urang Bunian yang bertempat di Bioskop XXI Basko City Mall, Padang, Minggu (13/9/2026).

Lebih dari 100 tokoh dari beragam latar belakang mulai dari pemuka adat, pejabat, akademisi, seniman, sejarawan, jurnalis, tokoh olahraga, hingga lintas generasi dari milenial, Gen Z, hingga Gen Alpha hadir memadati studio untuk menyaksikan penayangan perdana sekaligus melontarkan sederet pujian.

“Asik. Filmnya horor modern. Film ini dikemas dengan apik mengangkat mitos Urang Bunian. Saya penasaran, apa itu Urang Bunian. Selama ini hanya dengar-dengar dari orangtua bahwa ada Urang Bunian di hutan-hutan dan punya dunia kehidupan sendiri,” kata Gilang Gardhiolla (25) usai menonton.

Lebih lanjut, Gilang Gardhiolla mengungkapkan pandangannya terkait persepsi publik selama ini yang menganggap Urang Bunian identik dengan kejahatan, padahal terdapat pula sisi baik hati dan penolong.

Karya sinema ini turut mengupas karakter Parewa yang mulanya dikesankan ganas, garang, serta cenderung jahat, justru menjelma sebagai sosok penolong.

Apresiasi tinggi turut mengalir dari wartawan senior Hasril Chaniago, yang memberikan ulasan mendalam mengenai film tersebut.

Menurut Hasril, karya ini menjadi tonggak baru perfilman yang kembali mengangkat mitos lokal Minangkabau dengan latar visual keindahan alam Sumatera Barat setelah era Siti Nurbaya.

“Saya sudah lama terus mendorong agar diproduksi film-film yang mengangkat budaya Minang, nah ini muncul Urang Bunian, dan tentu saja sangat patut untuk ditonton. Nanti kita harapkan ada juga diproduksi film yang berlatar belakang sejarah Minang,” kata Hasril Chaniago, yang belakangan aktif dalam penulisan sejarah Minangkabau.

Baca Juga  Fadly Amran Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Bencana di Padang

Dukungan serupa disampaikan Wakil Bupati Solok Candra, SHI, yang menyempatkan hadir di antara deretan penonton film berdurasi 88 menit tersebut.

Ia menilai narasi Urang Bunian sangat relevan dinikmati oleh berbagai kalangan usia, termasuk generasi muda, lantaran menyajikan perpaduan horor, romantisme, kesetiaan, tradisi adat, hingga syiar agama.

“Anak-anak muda, milenieal, gen Z, gen Alpha, wajib nonton film Urang Bunian ini, supaya tahu apa itu Urang Bunian yang telah jadi mitos selama berpuluh atau beratus tahun ini. Dan saya senang film ini sarat dengan nilai adat, budaya dan agama,” kata Wabup Candra.

Kritikus sastra Nasrul Azwar, yang akrab disapa Mak Naih, mengaku sangat terkesan. Bagi Mak Naih, keberhasilan memvisualisasikan mitos Minang ke layar lebar ini berhasil memuaskan dahaga pencinta film akan cerita rakyat yang mengakar kuat di tengah masyarakat.

Kehadiran Sutradara dan Deretan Tokoh Ranah Minang

Pemutaran perdana ini dihadiri langsung oleh sang sutradara Rendy Herpy dan produser Johansyah Jumberan, beserta deretan pemeran utama seperti Anton Permana (Datuak Hitam), Fauzan Nasrul (Kevin), Pinto Janir (Parewa), hingga konten kreator Uda Rio (Ajo).

Sejumlah figur ternama Sumatera Barat juga tampak memenuhi jajaran kursi penonton, di antaranya pengusaha dan pemuka adat Ir. Almaysar, MM Dt. Bangso Dirajo Nan Kuniang, penyair Asia Tenggara Syarifuddin Arifin, Ketua SMSI Sumbar Zulnadi, Ketua KONI Sumbar Hamdanus, pengusaha muda Zico Basko, Sekretaris DHD45 Sumbar Eko Yance Edrie, advokat Mevrizal, SH., MH., pengusaha Herman Ujang, wartawan senior Gusfen Khairul, pegiat pariwisata Bundo Wati, serta pegiat jejak sejarah Marsaleh Adaz.

Baca Juga  Banjir Padang Rendam 92 Sekolah, Aktivitas Belajar Diliburkan Sementara

Dalam produksi ini, Dr. Anton Permana, SH., S.IP Dt. Hitam yang memerankan karakter Datuak Hitam, juga mengambil peran penting sebagai kreator dan konsultan adat.

Keterlibatannya memastikan sentuhan tradisi, budaya, dan pesan keagamaan tersaji kental namun tetap relevan dengan selera zaman.

“Bersama Rendy Herpy dan Johansyah Jumberan, kami mengangkat kisah Urang Bunian ke dalam struktur film horor modern, dengan tetap menempatkan lanskap alam Sumatera Barat dan latar budaya Minang sebagai bagian penting dari dunia cerita,” kata Anton Permana yang seusai penayangan perdana Urang Bunian ini dikerubuti milenal dan Gen Z yang ingin berswafoto.

Dalam kebudayaan Minangkabau, entitas Urang Bunian dikenal sebagai penghuni alam gaib yang mendiami wilayah tertentu, khususnya kawasan hutan dan area mistis.

Mitos yang telah mengakar puluhan hingga ratusan tahun ini kini dikemas menarik lewat balutan horor, romantisme, perjuangan, kesetiaan, serta nilai-nilai moral kekinian.

Film Urang Bunian dijadwalkan tayang secara serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 17-19 September 2026. Khusus wilayah Sumatera Barat, penayangan terpusat di tiga lokasi Kota Padang, yaitu XXI Basko City Mall, XXI Transmart, dan CGV Raya Padang. (*)