SERUNI.CO – Praktik pungutan liar (pungli) masih menjadi tantangan bagi sektor pariwisata di Kota Padang.
Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pariwisata menegaskan komitmennya untuk memberantas tindakan ilegal tersebut demi menjaga kenyamanan pengunjung dan citra daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi kepada oknum-oknum yang kedapatan melakukan pungli.
Menurutnya, praktik ini berdampak buruk pada kesan yang dibawa wisatawan saat pulang dari Padang.
“Kami sangat tidak mentoleransi adanya pungli karena hal itu mencoreng citra wisata Padang secara keseluruhan. Kami ingin setiap pengunjung pulang dengan kesan yang baik, bukan rasa kecewa karena dipalak oleh oknum tidak bertanggung jawab,” tegas Yudi, Kamis (30/4/2026) lalu.
Langkah Penanganan dan Call Center Pengaduan
Meski upaya penertiban rutin dilakukan, gangguan di lapangan dilaporkan masih saja ditemukan.
Oleh karena itu, Dinas Pariwisata mendorong peran aktif pengunjung untuk tidak tinggal diam saat menemukan tindakan pungli atau intimidasi.
Wisatawan yang merasa dirugikan diminta untuk segera melaporkan kejadian tersebut melalui Call Center 112 atau hotline pengaduan pariwisata yang telah disediakan.
Selain itu, petugas Satpol PP juga telah disiagakan di berbagai titik rawan, terutama di kawasan pesisir pantai yang padat pengunjung, untuk memberikan respons cepat.
Yudi menyarankan agar wisatawan segera mendatangi pos pengamanan jika merasa diintimidasi.
“Wisatawan diharapkan tidak ragu melapor langsung kepada petugas Satpol PP yang berjaga di pos-pos pengamanan,” tambahnya.
Sinergi Lintas Instansi
Upaya pembersihan praktik pungli ini juga dilakukan melalui koordinasi dengan instansi lain.
Dinas Pariwisata bekerja sama dengan Dinas Perhubungan guna memastikan pengelolaan parkir berjalan sesuai aturan dan tidak memberatkan wisatawan secara finansial.
Di sisi lain, personel Satpol PP terus dikerahkan untuk menjaga ketertiban umum serta mencegah segala bentuk premanisme yang berkedok penyediaan jasa di area wisata.
Melalui partisipasi aktif masyarakat dan pengawasan yang ketat, Pemerintah Kota Padang optimis praktik pungli dapat ditekan sehingga kawasan wisata tetap aman dan nyaman. (*)












