Berita

Viral Foto di Jalur Ekstrem Sitinjau Lauik, Anggota Polri Disanksi

×

Viral Foto di Jalur Ekstrem Sitinjau Lauik, Anggota Polri Disanksi

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Jalur ekstrem Sitinjau Lauik kembali menjadi pusat perhatian publik.

Kali ini, sorotan bukan tertuju pada insiden kecelakaan, melainkan aksi rombongan kendaraan mewah yang nekat berhenti di tengah jalan demi sesi dokumentasi.

Insiden yang melibatkan mantan anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P, Arteria Dahlan, ini memicu gelombang kritik pedas setelah videonya viral di media sosial.

Tak hanya menuai kecaman masyarakat, aksi “pamer eksistensi” di titik berbahaya tersebut berbuntut panjang.

Dua personel kepolisian kini harus berurusan dengan Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) akibat keterlibatan mereka dalam pengawalan tersebut.

Berdasarkan rekaman video yang beredar luas, peristiwa ini terjadi di tikungan tajam Panorama 1, Kota Padang, Sumatra Barat.

Lokasi ini dikenal sebagai salah satu titik paling krusial bagi keselamatan pengguna jalan karena kemiringannya yang curam serta sudut tikungan yang sempit.

Dalam video tersebut, tampak sejumlah mobil mewah dengan pengawalan mobil patroli polisi berhenti tepat di badan jalan.

Baca Juga  Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini, Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah

Para penumpang kemudian turun untuk berfoto, mengabaikan risiko keselamatan yang ada. Akibatnya, arus lalu lintas dari kedua arah sempat lumpuh.

Kendaraan besar seperti truk dan bus yang sedang berjuang menanjak maupun menurun terpaksa mengantre hingga sesi foto rombongan selesai.

Kecaman Warganet Terhadap Kurangnya Empati

Unggahan video ini memancing kemarahan netizen.

Akun sympul.id, salah satu pihak yang memviralkan insiden tersebut, melayangkan kritik keras terkait kurangnya empati para tokoh publik terhadap pengguna jalan lain.

“Bisa-bisanya nalar sehat ditinggal cuma demi foto di spot maut. Harusnya pejabat paham kalau keselamatan publik itu prioritas, bukan nyetop arus di jalur ekstrem buat pamer eksistensi,” tulis akun tersebut.

Titik Panorama 1 merupakan area rawan kecelakaan fatal, terutama bagi kendaraan berat.

Berhenti di lokasi tersebut dianggap sangat berisiko karena dapat menghalangi pandangan dan memutus momentum kendaraan yang sedang melintas.

Baca Juga  Gandang Tambua Hidupkan Semangat Pemuda Lambung Bukit Pascabencana

Dua Anggota Polri Jalani Pemeriksaan Propam

Pengawalan yang dilakukan anggota Polri dalam aksi tersebut turut menjadi sorotan utama.

Banyak pihak mempertanyakan alasan petugas membiarkan rombongan berhenti di titik terlarang.

Menanggapi hal ini, Kapolres Solok Kota melalui Kasat Lantas Iptu Akbar Tanjung mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas.

Dua anggotanya, Briptu SAN dan Bripda SA, saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh Propam.

“Tindak lanjut atas hal tersebut, kami sudah laksanakan pemeriksaan terhadap personel. Sementara masih dimintai keterangan oleh Propam,” ujar Akbar kepada awak media, Senin (13/4/2026).

Akbar menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran SOP pengawalan yang membahayakan keselamatan publik.

Sanksi tegas menanti jika keduanya terbukti bersalah dalam menjalankan tugas pengamanan tersebut. (*)