Berita

Tumpahan Solar di Sitinjau Lauik Picu Antrean 4 Kilometer, Pengendara Tertahan 5 Jam

×

Tumpahan Solar di Sitinjau Lauik Picu Antrean 4 Kilometer, Pengendara Tertahan 5 Jam

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Tumpahan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Panorama Dua, jalur Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatera Barat, menyebabkan kemacetan panjang pada Selasa pagi (20/10/2026).

Antrean kendaraan di jalur penghubung Padang–Solok tersebut dilaporkan membentang hingga hampir empat kilometer, dengan sejumlah pengendara tertahan selama sekitar lima jam.

Peristiwa itu terjadi di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, kawasan yang dikenal memiliki medan jalan ekstrem.

Tumpahan solar di permukaan jalan membuat kendaraan harus melaju perlahan karena kondisi licin meningkatkan risiko kendaraan kehilangan kendali.

Akibatnya, arus lalu lintas di jalur tersebut tidak berjalan normal. Kendaraan yang hendak melintasi Panorama Dua terpaksa mengantre, sementara pengemudi harus ekstra hati-hati ketika melewati bagian jalan yang terdampak tumpahan bahan bakar.

Seorang pengendara mobil bernama Riki mengatakan, kemacetan yang terjadi membuat perjalanan terasa sangat melelahkan.

Panjangnya antrean mengharuskan para pengendara menunggu cukup lama sebelum dapat melanjutkan perjalanan.

Baca Juga  Polda Sumbar Perkuat Kemitraan Bersama Insan Pers dan Awak Media

Kondisi permukaan jalan yang licin turut menjadi faktor penghambat kelancaran lalu lintas.

Pengemudi tidak bisa melaju dengan kecepatan normal karena harus memperhitungkan keselamatan saat melewati titik yang terdampak tumpahan solar.

Sitinjau Lauik merupakan jalur perbukitan yang memiliki karakteristik tikungan tajam serta tanjakan dan turunan curam.

Kondisi tersebut membuat gangguan di badan jalan berpotensi berdampak besar terhadap kelancaran arus kendaraan.

Tumpahan solar menjadi persoalan yang perlu diwaspadai karena dapat mengurangi daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan.

Risiko kendaraan tergelincir semakin perlu diperhatikan, terutama ketika melintasi turunan atau tikungan.

Dalam kondisi tersebut, pengemudi perlu menjaga jarak aman, mengurangi kecepatan, dan menghindari pengereman mendadak.

Kewaspadaan juga diperlukan bagi pengemudi kendaraan berat maupun mobil pribadi agar tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.

Antrean yang mencapai hampir empat kilometer memperlihatkan besarnya dampak gangguan di Panorama Dua.

Baca Juga  Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 16,4%, Pemasangan Girder Terus Dikebut

Selain memperlambat mobilitas masyarakat, kemacetan tersebut berpotensi menghambat distribusi barang yang melintasi jalur Padang menuju Solok maupun sebaliknya.

Kasat Lantas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata, menjadi pihak kepolisian yang dapat dimintai keterangan terkait penanganan gangguan lalu lintas tersebut.

Hingga informasi ini disusun, keterangan resmi mengenai proses pembersihan tumpahan solar, kondisi terkini arus lalu lintas, serta langkah penanganan di lokasi masih perlu dikonfirmasi.

Pembersihan material yang menyebabkan jalan licin menjadi langkah penting untuk memulihkan keamanan jalur tersebut.

Pengaturan lalu lintas juga diperlukan agar kendaraan dapat melintas secara bertahap dan antrean tidak semakin panjang.

Pengendara yang melintasi Sitinjau Lauik diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan petugas, serta tidak memaksakan kendaraan melewati bagian jalan yang masih licin.

Dengan karakteristik jalur Panorama Dua yang memiliki risiko tinggi, keselamatan perlu menjadi prioritas untuk mencegah kendaraan kehilangan kendali. (*)