Berita

Gandang Tambua Hidupkan Semangat Pemuda Lambung Bukit Pascabencana

×

Gandang Tambua Hidupkan Semangat Pemuda Lambung Bukit Pascabencana

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Semangat pemuda Lambung Bukit kembali terlihat melalui lantunan gandang tambua yang menggema di halaman Kantor Lurah Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu (18/7/2026).

Belasan pemuda mengenakan kostum merah-emas khas Minangkabau tampil memainkan pola ritmik secara kompak di hadapan warga, tokoh masyarakat, dan perangkat kelurahan.

Pertunjukan tersebut bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat. Kegiatan itu merupakan puncak rangkaian pemberdayaan yang digagas tim pengabdian Universitas Negeri Padang (UNP) bersama Karang Taruna setempat, delapan bulan setelah wilayah tersebut terdampak bencana hidrometeorologi besar pada akhir 2025.

Bencana tersebut meninggalkan dampak bagi warga Lambung Bukit. Selain kerusakan fisik, semangat kolektif pemuda ikut meredup, aktivitas produktif menurun, dan roda ekonomi keluarga banyak yang tersendat.

Melihat kondisi tersebut, tim pengabdi UNP yang diketuai Ayuthia Mayang Sari, dosen Program Studi Pendidikan Sendratasik, melihat peluang pemulihan melalui kesenian bagandang tambua yang telah lama dikenal masyarakat setempat.

“Bagandang tambua ini sebenarnya kekayaan yang sudah dimiliki masyarakat Pauh sejak lama. Tambua selalu hadir di baralek, alek nagari, sampai penyambutan tamu resmi. Masalahnya, anak-anak muda Lambung Bukit belum punya wadah resmi untuk mengasah dan mengelola potensi ini, sehingga banyak acara di kampung sendiri justru mendatangkan kelompok tambua dari luar,” ujar Ayuthia menjelaskan latar belakang program yang didanai skema Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) tersebut.

Baca Juga  Tim Klewang II Polresta Padang Amankan Pemuda Durhaka Penganiaya Ibu Kandung

Pemuda Dilatih Memainkan Gandang Tambua

Tim pengabdian terdiri dari Ayuthia Mayang Sari S.Pd., M.Sn., Robby Ferdian, M.Sn., Hengki Armez Hidayat, M.Sn., dan Hendri Yusuf, M.Pd.

Sejak awal tahun, empat dosen lintas bidang yang mencakup pengkajian musik, penciptaan musik, pendidikan seni, dan karawitan bersama tiga mahasiswa turun langsung ke Lambung Bukit.

Anggota Karang Taruna mendapatkan pelatihan secara berjenjang. Peserta yang belum mampu memainkan alat musik mendapatkan pembelajaran dari dasar, sementara peserta yang telah memiliki kemampuan dasar mendapatkan pelatihan lanjutan.

Selain teknik permainan, peserta juga dibekali kemampuan manajemen produksi. Materi tersebut mencakup pembagian peran, penyusunan jadwal latihan, hingga pengelolaan honorarium pertunjukan secara transparan.

Baca Juga  UNP Siap Buka Program Studi Baru di Pangkalan Limapuluh Kota

Kelurahan Dukung Pengembangan Pemuda

Pihak Kelurahan Lambung Bukit menyambut baik kehadiran kelompok pengabdian tersebut.

Kelurahan juga menyatakan kesiapan melibatkan pemuda dan pemudi dalam berbagai agenda resmi kelurahan maupun kecamatan ke depan.

Langkah tersebut sejalan dengan rencana pengembangan Lambung Bukit sebagai salah satu destinasi desa wisata berbasis budaya di Kota Padang.

Program pengabdian ini juga melibatkan mahasiswa UNP sebagai bagian dari pembelajaran di luar kampus. Mereka mendampingi latihan, mendokumentasikan kegiatan, hingga membantu penyusunan administrasi kelompok.

Ke depan, tim pengabdi berharap model pemberdayaan berbasis seni tradisi tersebut dapat diterapkan di wilayah lain yang juga tengah berupaya memulihkan diri dari dampak bencana.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak melulu soal membangun kembali yang rusak secara fisik, tapi juga menumbuhkan kembali kepercayaan diri dan solidaritas masyarakat, salah satunya lewat budaya yang mereka miliki sendiri,” pungkas Ayuthia. (*)