SERUNI.CO – Jajaran Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, menggelar aksi penertiban terhadap puluhan media promosi luar ruang yang dinilai merusak estetika kota, Senin (6/4/2026).
Operasi ini difokuskan di sepanjang Jalan Perdana, Kelurahan Air Pacah, yang belakangan mulai dipadati spanduk dan baliho tak layak cetak.
Kasi Trantib Kecamatan Koto Tangah, Riri Chandra, mengungkapkan bahwa tindakan tegas ini diambil merespons kondisi atribut promosi di lapangan yang sudah sangat memprihatinkan dan mengganggu kenyamanan visual masyarakat.
“Kondisinya sudah tidak layak lagi dan tidak memungkinkan untuk dibiarkan. Kami bersama jajaran Trantibum Kelurahan menyisir wilayah tersebut agar kembali tertib dan aman,” ujar Riri Chandra usai memimpin giat penertiban.
Pelanggaran Fasilitas Publik dan Pohon Pelindung
Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan banyak material promosi yang dipasang dengan cara dipaku pada pohon pelindung serta diikat pada tiang listrik.
Mayoritas spanduk yang dicopot merupakan iklan perumahan serta jasa penyedotan septic tank.
Riri menegaskan bahwa keberadaan atribut tersebut jelas melanggar aturan karena memanfaatkan fasilitas publik secara ilegal dan merusak pohon pelindung di area hijau kota.
Komitmen Menjaga Keindahan Wilayah
Aksi bersih-bersih ini merupakan bagian dari agenda rutin yang digencarkan pihak kecamatan dalam dua bulan terakhir.
Selain penegakan aturan, langkah ini juga menjadi bentuk respons cepat atas laporan warga yang merasa terganggu dengan pemandangan kumuh akibat baliho rusak yang dibiarkan menggantung.
Pihak Kecamatan Koto Tangah mengimbau para pelaku usaha dan masyarakat luas untuk lebih tertib dalam memasang media informasi dan tidak menggunakan tempat-tempat terlarang.
“Kami tetap menghimbau warga maupun pelaku usaha agar tidak lagi memasang spanduk di sembarang tempat. Pengawasan akan terus kami lakukan secara rutin hingga wilayah Koto Tangah benar-benar bersih dan indah,” tegasnya.
Operasi penertiban di kawasan Air Pacah ini berlangsung kondusif dengan melibatkan personel Trantibum tingkat kecamatan dan kelurahan, Satpol PP, hingga bantuan dari Dubalang Kota. (*)












