SERUNI.CO – Langkah penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan mengedepankan pendekatan humanis, berbudaya, serta berlandaskan kearifan lokal terus ditegaskan oleh Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar).
Arah kebijakan tersebut mengemuka saat Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, menerima kunjungan strategis dari tokoh masyarakat Minangkabau, Gusrizal Dt. Salubuak Basa, di Mapolda Sumbar pada Kamis (6/8).
Audien ini dipandang sebagai ajang krusial untuk mempererat kolaborasi lintas sektor, termasuk dalam menyokong hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, menyebutkan bahwa pemahaman utuh mengenai karakter masyarakat daerah menjadi kunci utama korps kepolisian untuk menggaransi rasa aman yang bersumber dari kepercayaan warga.
“Keamanan bukan sekadar persoalan penegakan hukum semata. Keamanan lahir dari kepercayaan, dan kepercayaan itu tumbuh dari komunikasi yang baik, keteladanan, serta kehadiran yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Pengalaman dan kedekatan Bapak Kapolda Sumbar dengan karakteristik masyarakat Minangkabau menjadi landasan kuat untuk membangun komunikasi dari hati ke hati,” papar Kombes Pol. Susmelawati Rosya, Kamis (7/8).
Lebih jauh, Kombes Pol. Susmelawati menjelaskan bahwa pihak Polda Sumbar sangat menyadari bahwa proses pembangunan daerah tidak dapat dijalankan secara terpisah.
Kerja sama yang solid antara jajaran pemerintah, aparat penegak hukum, pemangku adat, ulama, sektor pendidikan, sampai para pelaku usaha merupakan faktor penentu hadirnya kondusifitas wilayah yang berkelanjutan.
Dalam forum yang sama, dialog tersebut turut mengulas potensi strategis kawasan Sumatera Barat pada ruang lingkup kerja sama bilateral Australia-Indonesia.
Polda Sumbar merespons positif bermacam gagasan kolaborasi yang sanggup mempromosikan keunggulan lokal ke tingkat global, sekaligus mempererat jalinan persahabatan antarnegara.
Kepolisian berharap dialog dan silaturahmi yang telah terbangun ini tidak cuma menjadi seremoni formal di ruang pimpinan, tetapi terealisasi menjadi tindakan nyata yang berdampak langsung bagi kemaslahatan publik.
“Ketika silaturahmi dijaga, kepercayaan akan tumbuh. Ketika kepercayaan tumbuh, sinergi menjadi kuat. Dan pada akhirnya, sinergi inilah yang menghadirkan keamanan, ketertiban, serta manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sumatera Barat,” tutup Kombes Pol. Susmelawati Rosya. (*)












