SERUNI.CO – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang memicu terjadinya pohon tumbang di kawasan Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Jumat (8/5/2026) pagi.
Sebuah pohon rambutan berukuran besar roboh dan menimpa satu unit rumah warga yang berlokasi di Jalan Sutan Syahrir No. 221 B, RT 02 RW 09.
Rumah yang mengalami kerusakan tersebut diketahui milik seorang warga bernama Apsah (67).
Pohon yang tumbang memiliki spesifikasi panjang mencapai 18 meter dengan diameter batang sekitar 50 sentimeter.
Meski menimpa bagian bangunan, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Kronologi Kejadian dan Kesaksian Pemilik Rumah
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 08.45 WIB saat wilayah Padang Selatan sedang dilanda cuaca buruk.
Menurut penuturan Apsah, robohnya pohon rambutan tersebut berlangsung sangat cepat bersamaan dengan intensitas hujan yang tinggi.
“Pohon tumbang ini terjadi pada pagi hari ketika hujan lebat dan angin kencang,” ujar Apsah saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Menerima laporan dari masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang segera mengerahkan Tim Rescue Penanggulangan Bencana (PB) ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Ricky Januar Alexander, menjelaskan bahwa pihaknya menurunkan personel piket Regu B untuk mempercepat pembersihan material pohon yang menghalangi bangunan.
“Pada saat ini kita menurunkan personel piket Regu B dengan kekuatan tujuh orang untuk melakukan penanganan pohon tumbang tersebut,” jelas Ricky.
Proses evakuasi dilakukan dengan melakukan pemotongan batang pohon secara bertahap. Berkat sinergi antara BPBD, pihak kecamatan, kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, KSB, serta dibantu warga sekitar, pengerjaan dinyatakan tuntas sepenuhnya pada pukul 09.45 WIB.
Imbauan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem
Pihak BPBD Kota Padang mengimbau kepada seluruh masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras yang disertai angin kencang.
Cuaca ekstrem seperti ini berpotensi memicu pohon tumbang serta bencana hidrometeorologi lainnya di lingkungan pemukiman. (*)












