SERUNI.CO – Kabar duka menyelimuti panggung seni dan budaya Jawa Barat. Penyanyi wanita Kanaya Whulan, yang akrab disapa Kanaya Whu, meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung,Minggu (13/9/2026) setelah berjuang melawan penyakit kanker.
Penampilan Kanaya saat melantunkan tembang “Melati di Tapal Batas” karya maestro Ismail Marzuki dalam peringatan HUT ke-81 RI tingkat Provinsi Jawa Barat pada 17 Agustus 2026 lalu menjadi momen terakhir masyarakat menyaksikan aksinya.
Kala itu, ia bernyanyi di atas kereta kencana yang membawa Bendera Merah Putih dari Gedung Pakuan menuju Gedung Sate.
Duduk bersama jajaran kru musik Emka 9 dengan balutan busana veteran, sosok asal Tasikmalaya tersebut tampil memukau.
Berdasarkan tayangan di kanal YouTube Humas Jabar, Kanaya terlihat penuh energi menyanyikan karya legendaris yang mengisahkan ketangguhan serta keberanian para pejuang perempuan di medan pertempuran.
Nama Kanaya Whu sendiri sudah tidak asing bagi publik Jawa Barat. Sejak bergabung dengan Emka 9 pada 2019, ia konsisten hadir mendampingi berbagai agenda Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, mulai dari kegiatan kedinasan hingga safari budaya di berbagai daerah.
Sejumlah karya ciptaan Dedi Mulyadi pun kerap dibawakan oleh penyanyi berambut panjang ini, di antaranya Rindu Purnama, Karembong Koneng, Prabu Siliwangi, Dangiang Galuh Pakuan, Indung, hingga Memanen Cinta.
Kabar berpulangnya sang vokalis dikonfirmasi langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
“Kami menyampaikan berita duka telah meninggal dunia, saudari kita, sahabat kita, Teh Kanaya di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung karena menderita kanker. Semoga almarhum diterima iman islamnya, diamuni segala dosanya dan diterima di sisi Allah SWT,” kata Dedi.
Dedi juga menyampaikan permohonan maaf atas nama almarhumah serta mendoakan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Mohon dimaafkan segala dosanya, segala kesalagannya, semoga keluarganya ditabahkan dalam menghadapi cobaan yang berat ini,” tambah Dedi.
Jenazah almarhumah selanjutnya dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan.
“Kanaya akan dimakamkan di tempat kelahiranya di Kabupaten Tasikmalaya,” pungkasnya. (*)












