Berita

Pengelolaan Jalan Tol Trans Sumatera Milik Hutama Karya Kian Solid

×

Pengelolaan Jalan Tol Trans Sumatera Milik Hutama Karya Kian Solid

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Catatan impresif berhasil ditorehkan oleh PT Hutama Karya (Persero) dalam mengelola jaringan infrastruktur nasional, khususnya megaproyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Selaku badan usaha yang menerima penugasan strategis dari pemerintah, perusahaan secara konsisten memperluas jangkauan bebas hambatan di Pulau Sumatera sekaligus mematangkan aspek operasional demi menghadirkan dampak ekonomi yang berkelanjutan.

Hingga periode saat ini, Hutama Karya tercatat telah membangun jalan tol di sepanjang kurang lebih 1.185 km.

Angka tersebut terbagi atas rincian 829 km ruas tol yang sudah beroperasi penuh serta 356 km ruas tol yang masih dalam tahap konstruksi, termasuk jalur dukungan konstruksi.

Secara keseluruhan, perusahaan kini memegang kendali atas operasi 14 ruas tol di Indonesia; mencakup jalur backbone utama di Pulau Sumatera serta 2 ruas tol di Pulau Jawa, yaitu Tol JORR Seksi S dan Tol Akses Tanjung Priok.

Pertumbuhan Trafik Kendaraan dan Lompatan Finansial Bisnis Jalan Tol

Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto, memaparkan bahwa tata kelola jalan tol yang dijalankan oleh perusahaan menunjukkan performa yang kian solid.

Hal ini didorong oleh bertambahnya jumlah ruas tol aktif, peningkatan keterhubungan wilayah, serta membaiknya indikator keuangan internal.

“JTTS dibangun bukan hanya untuk membuka akses dan meningkatkan konektivitas serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat di Sumatra, tetapi juga untuk menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi perusahaan melalui pengelolaan jalan tol yang produktif. Dari sisi operasional, kami melihat tren yang semakin positif, baik melalui pertumbuhan trafik, peningkatan pendapatan jalan tol, maupun membaiknya profitabilitas bisnis jalan tol,” ujar Eka Setya Adrianto.

Sinyal positif bertambahnya volume kendaraan terlihat jelas pada masa mudik Lebaran 2026. Arus lalu lintas di JTTS, termasuk jalur yang dikelola PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), melonjak hingga 69,5% jika disandingkan dengan kondisi normal, atau naik sekitar 9,8% dari periode Lebaran tahun sebelumnya.

Baca Juga  Penanganan Lembah Anai Capai 73 Persen, Ditargetkan Rampung Juli 2026

Laju pertumbuhan trafik ini menjadi stimulus utama bagi pendapatan sektor jalan tol Hutama Karya.

Pada tahun 2025, perolehan pendapatan jalan tol (termasuk kontribusi Hamawas) tumbuh 26,8% dibanding tahun 2024.

Jika ditarik lebih jauh ke tahun 2023, angka pendapatan tersebut melesat naik 35,7%, di mana porsi kontribusinya terhadap pendapatan konsolidasian perusahaan terdongkrak menjadi 16,83% pada 2025 dari yang sebelumnya hanya 11,58% pada 2024.

Lompatan trafik yang signifikan salah satunya terekam pada Ruas Tol Sigli – Banda Aceh. Pasca-pengoperasian secara fungsional pada Seksi 1 Padang Tiji – Seulimeum, ruas ini membukukan kenaikan Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) hingga mencapai 229%, melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

“Selain revenue, Operating Income Jalan Tol juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2025, Operating Income Jalan Tol meningkat sekitar 9,8% dibandingkan 2024, sekaligus menunjukkan penguatan dibandingkan 2023. Dengan capaian tersebut, kontribusi Operating Income Jalan Tol terhadap Operating Income konsolidasian mencapai 39,65% pada 2025,” imbuh Adri.

Sektor bisnis jalan tol Hutama Karya juga menunjukkan perbaikan dari sisi Earnings After Tax (EAT) yang sukses membalikkan keadaan menjadi positif pada tahun 2025, setelah sempat berada di zona negatif pada periode tahun 2023 dan 2024.

Dampak Langsung Pembangunan Infrastruktur Bagi Mobilitas Warga

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menambahkan bahwa fungsi JTTS kini sudah dirasakan secara riil oleh masyarakat.

Akses tol terbukti memotong waktu tempuh perjalanan, memperlancar jalur logistik, membuka keterisolasian daerah menuju pusat ekonomi, pendidikan, kesehatan, pariwisata, hingga menstimulasi usaha lokal baru.

“Bagi masyarakat, JTTS bukan hanya infrastruktur jalan, tetapi penghubung aktivitas dan harapan. Jalan tol membantu perjalanan menjadi lebih cepat dan nyaman, membuka ruang ekonomi baru, memperkuat konektivitas antardaerah, serta mendekatkan masyarakat dengan berbagai layanan dan peluang yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih panjang untuk dijangkau,” tambah Iwan Hermawan.

Baca Juga  Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Tol Utamakan Keselamatan Perjalanan

Kemudahan mobilitas ini diakui secara langsung oleh pengguna jalan, salah satunya Titha Monica Hardi.

Ia secara rutin memanfaatkan Ruas Tol Pekanbaru–Dumai untuk keperluan mobilitas harian menuju Duri, serta melewati Ruas Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar dan Tol Padang–Sicincin ketika melakukan perjalanan mudik ke Padang, Sumatera Barat.

“Keberadaan JTTS sangat membantu mobilitas saya. Untuk aktivitas sehari-hari menuju Duri, Tol Pekanbaru–Dumai membuat perjalanan lebih cepat, nyaman, dan tidak melelahkan. Sementara saat pulang kampung ke Padang, perjalanan melalui Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar dan Tol Padang–Sicincin terasa jauh lebih efisien dibandingkan sebelumnya. Apalagi jika ke depan ruasnya semakin bertambah, seperti Bukittinggi–Sicincin maupun Pekanbaru menuju Rengat, tentu akses masyarakat akan semakin mudah, perjalanan antardaerah semakin singkat, dan mobilitas menuju Sumatera Barat maupun wilayah lain di Sumatera akan semakin terbantu,” kata Titha Monica Hardi.

Peningkatan Layanan Melalui Integrasi Teknologi

Dalam mengoptimalkan operasional, perusahaan tidak hanya berpaku pada aspek finansial semata, namun juga kualitas pelayanan berkendara.

Langkah-langkah penyempurnaan terus digulirkan melalui pemanfaatan teknologi Intelligent Traffic System (ITS), kesiapan para petugas di lapangan, sistem transaksi praktis, hingga pengawasan ketat terpusat lewat Command Center.

“Ke depan, Hutama Karya akan terus menjaga standar operasional dan pelayanan jalan tol agar semakin andal. Fokus kami tidak hanya membangun dan menyambungkan ruas, tetapi juga memastikan ruas tol yang telah beroperasi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi pengguna jalan, masyarakat, serta keberlanjutan bisnis perusahaan,” tutup Iwan Hermawan.

Pihak manajemen Hutama Karya senantiasa mengimbau pengguna jalan untuk mengedepankan ketertiban berkendara, mengecek kondisi prima armada, memanfaatkan tempat istirahat jika lelah, serta mematuhi seluruh rambu keselamatan.

Pengguna jalan dapat mengakses pembaruan informasi melalui kanal komunikasi resmi atau mengunduh aplikasi Mozy untuk mendapatkan info layanan jalan tol yang terintegrasi. (*)