Berita

Penanganan Lembah Anai Capai 73 Persen, Ditargetkan Rampung Juli 2026

×

Penanganan Lembah Anai Capai 73 Persen, Ditargetkan Rampung Juli 2026

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) mencatat progres penanganan pascabencana di kawasan Lembah Anai telah mencapai 73 persen hingga akhir Mei 2026.

Perusahaan menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada Juli 2026 sehingga jalur strategis penghubung Padang dan Bukittinggi dapat berfungsi secara optimal.

Saat ini, akses Lembah Anai telah dibuka penuh selama 24 jam untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pembukaan akses tersebut memungkinkan mobilitas masyarakat kembali berjalan normal di salah satu ruas jalan penting di Sumatera Barat.

Sejumlah pekerjaan utama yang menjadi bagian dari penanganan pascabencana telah diselesaikan.

Pekerjaan tersebut meliputi pengalihan aliran air, normalisasi sungai, proteksi badan jalan, pekerjaan borepile di sejumlah titik terdampak, penimbunan badan jalan, perkuatan lereng, pembangunan saluran, hingga proteksi pondasi Jembatan Margayasa.

Baca Juga  Volume Kendaraan Tol Padang Sicincin Melonjak 137 Persen

Setelah pekerjaan utama rampung, HKI kini memfokuskan pengerjaan pada penyelesaian struktur pendukung, penanganan lereng, perkerasan jalan, saluran, serta pekerjaan pengaman jalan.

Sekretaris Perusahaan HKI, Resnu Aditya Wuladarman, mengatakan percepatan penyelesaian proyek tetap dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan.

“HKI terus berupaya mempercepat penyelesaian penanganan Lembah Anai dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kualitas pekerjaan, serta kelancaran mobilitas masyarakat. Dengan telah selesainya sejumlah pekerjaan utama, HKI kini fokus melanjutkan penyelesaian 20 titik pengerjaan dengan scope pengerjaan seperti, struktur pendukung, penanganan lereng, perkerasan jalan, saluran, pekerjaan pengaman jalan serta pekerjaan aspal hotmix,” ujar Resnu.

Menurutnya, akses Lembah Anai yang kini telah dibuka penuh selama 24 jam turut meningkatkan volume kendaraan yang melintas, terutama saat periode libur panjang.

Baca Juga  Pencarian Lima Jurnalis dan Tiga Awak Kapal di Selat Sunda Dihentikan

Resnu menilai keberadaan ruas jalan tersebut sangat penting karena menjadi salah satu jalur utama penghubung antarwilayah di Sumatera Barat.

“Dengan tersambungnya kembali akses Lembah Anai secara penuh, mobilitas masyarakat di Sumatra Barat dapat berjalan lebih lancar. Ruas ini memiliki peran penting sebagai jalur penghubung strategis, sehingga HKI berkomitmen untuk menyelesaikan penanganan ini pada Juli 2026, agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat,” imbuh Resnu.

Pembukaan akses secara penuh di kawasan Lembah Anai diharapkan mampu memulihkan arus lalu lintas dari Padang menuju Bukittinggi maupun sebaliknya.

Selain memperlancar mobilitas masyarakat, berfungsinya kembali jalur tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di Sumatera Barat. (*)