Berita

Long Boat Terbalik Dihantam Ombak di Mentawai, Satu Orang Hilang

×

Long Boat Terbalik Dihantam Ombak di Mentawai, Satu Orang Hilang

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Kecelakaan laut terjadi di perairan Sagulubbek, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Senin (8/6).

Sebuah long boat yang digunakan untuk menjemput warga yang sedang sakit terbalik setelah dihantam gelombang saat melintas di kawasan muara.

Akibat insiden tersebut, satu orang dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian tim SAR.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, menjelaskan bahwa long boat bermesin 40 PK berwarna cokelat itu awalnya akan digunakan untuk membawa seorang warga sakit dari Pantai Sagulubbek menuju Tuapeijat.

Namun, saat perahu keluar dari Muara Sagulubbek menuju lokasi penjemputan, gelombang besar menghantam long boat hingga terbalik di pintu muara.

“Dua orang korban berhasil menyelamatkan diri, sementara satu orang lainnya masih dalam pencarian,” kata Benteng dalam keterangannya.

Baca Juga  Satpol PP Padang Dampingi PUPR Segel Kafe Tanpa Izin

Dua korban yang selamat diketahui bernama Danil (30) dan Hendrikus (34). Sementara seorang korban yang hingga kini belum ditemukan adalah Jajanggi (48).

Laporan mengenai kecelakaan tersebut diterima Kantor SAR Mentawai pada pukul 17.35 WIB dari kepala desa dan pihak keluarga korban.

Setelah menerima informasi, tim rescue langsung bergerak menuju lokasi kejadian sekitar pukul 17.50 WIB menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dengan enam personel.

Selain tim SAR, warga setempat juga ikut melakukan pencarian sejak sore hari dengan mengerahkan tiga unit long boat di sekitar lokasi kejadian.

Dalam operasi pencarian, tim SAR membawa sejumlah peralatan pendukung, mulai dari alat navigasi, alat komunikasi, perlengkapan medis, peralatan evakuasi, telepon satelit, hingga perangkat Starlink guna menunjang koordinasi selama proses pencarian berlangsung.

Baca Juga  Zigo Rolanda Dorong Pembangunan Dermaga Kepulauan Mentawai untuk Pangkas Waktu Tempuh

Meski demikian, upaya pencarian menghadapi kendala cuaca yang kurang bersahabat. Hujan, angin dengan kecepatan sekitar 9 knot, gelombang setinggi dua meter, serta terbatasnya jarak pandang pada malam hari menjadi faktor yang menghambat operasi SAR.

“Pada pukul 20.00 WIB tim memutuskan bersandar di Dermaga Pei-Pei karena kondisi cuaca dan keselamatan personel. Operasi SAR dihentikan sementara pukul 21.00 WIB dan akan dilanjutkan kembali pada Selasa pagi pukul 06.30 WIB,” ujar Benteng.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR bersama unsur terkait masih terus melakukan pencarian terhadap Jajanggi yang dilaporkan hilang akibat kecelakaan long boat di perairan Sagulubbek. (*)