Berita

LKAAM dan Polda Sumbar Perkuat Sinergi Cegah Penyakit Masyarakat

×

LKAAM dan Polda Sumbar Perkuat Sinergi Cegah Penyakit Masyarakat

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Upaya menjaga generasi muda Minangkabau dari berbagai ancaman penyakit masyarakat terus diperkuat.

Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat (Sumbar) bersama jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar membangun sinergi strategis untuk melakukan pencegahan dan pemusnahan berbagai penyakit masyarakat (pekat).

Penguatan kerja sama tersebut diawali dengan kunjungan silaturahmi Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda Sumbar yang baru, Kombes Pol Riki Kurniawan, ke markas LKAAM Sumbar.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan visi antara kepolisian dan tokoh adat dalam menjaga ketertiban umum.

Ketua LKAAM Sumbar, Dr. Fauzi Bahar, mengatakan pertemuan tersebut diarahkan pada penyelarasan program aksi nyata yang dapat diterapkan di lapangan.

Ada empat persoalan yang menjadi fokus pencegahan, yakni penyalahgunaan narkotika, balap liar, tawuran antarremaja, serta pergerakan LGBT di wilayah Sumbar.

Fauzi Bahar menilai ancaman narkoba semakin mengkhawatirkan karena mayoritas korbannya merupakan anak kemenakan atau generasi muda Minangkabau.

Baca Juga  Jalur Padang-Solok Macet Panjang Akibat Truk Mogok di Kelok Banto

Ia juga mengapresiasi ketegasan kepolisian yang telah beberapa kali melakukan pemusnahan barang bukti hasil tangkapan dalam jumlah besar.

Menurut mantan Wali Kota Padang tersebut, upaya menyelamatkan generasi muda merupakan hal yang tidak bisa ditawar.

Jika barang haram dan perilaku menyimpang dibiarkan berkembang tanpa pencegahan secara masif, kerusakan sosial terhadap masa depan Sumatera Barat dinilai akan semakin besar dan memprihatinkan.

Dari pihak kepolisian, Dirintelkam Polda Sumbar Kombes Pol Riki Kurniawan menyampaikan bahwa Direktorat Intelijen Keamanan memiliki peran penting dalam tindakan preventif.

Pencegahan sejak dini dinilai sebagai langkah yang paling efektif sebelum tindak kejahatan terjadi.

Polda Sumbar juga menilai keberadaan lembaga adat seperti LKAAM dan Bundo Kanduang memiliki peran vital.

Lembaga tersebut memiliki legitimasi sosial dan kepercayaan yang tinggi di tengah masyarakat Minangkabau.

Melalui pengaruh tokoh adat, pesan edukasi mengenai moral dan hukum diharapkan lebih mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.

Baca Juga  Polda Sumbar Ungkap Dugaan Tambang Emas Ilegal, WNA India Diamankan

Sinergi tersebut akan dilakukan melalui diskusi berkala serta evaluasi berkelanjutan. Langkah itu ditujukan untuk merumuskan metode edukasi publik yang tepat dengan mengedepankan pendekatan persuasif berbasis kearifan lokal.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjangkau kalangan remaja hingga ke tingkat nagari dan korong.

Dengan membangun kemitraan bersama niniak mamak dan bundo kanduang, Polda Sumbar optimistis masyarakat akan lebih terbuka dalam menerima dan mematuhi imbauan kamtibmas.

Langkah preventif tersebut diharapkan dapat menjadi upaya untuk memagari anak kemenakan, saudara, dan keluarga dari berbagai aktivitas negatif.

Kolaborasi berkelanjutan antara Polda Sumbar dan LKAAM diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan sosial yang kokoh.

Gerakan bersama tersebut menjadi komitmen untuk menciptakan lingkungan Sumatera Barat yang aman, kondusif, dan bebas dari ancaman pekat. (*)