Berita

KAI Divre II Sumbar Giatkan Tilik PJL Demi Keselamatan Perlintasan Sebidang

×

KAI Divre II Sumbar Giatkan Tilik PJL Demi Keselamatan Perlintasan Sebidang

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Upaya memperketat keselamatan perjalanan kereta api terus dipacu oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Divisi Regional II Sumatera Barat (Divre II Sumbar), khususnya pada area perlintasan sebidang.

Salah satu agenda krusial yang digencarkan adalah Tilik Petugas Jaga Lintasan (PJL), sebuah langkah inspeksi lapangan secara langsung guna memastikan seluruh tata cara pengamanan perlintasan berjalan presisi sesuai SOP.

Program Tilik PJL ini menjadi agenda pengawasan ekstra KAI Divre II Sumbar yang difokuskan pada pemantauan fakta di lokasi kerja.

Melalui inspeksi langsung, jajaran manajemen mampu mengevaluasi ketepatan prosedur sekaligus memetakan potensi bahaya agar bisa segera dimitigasi.

Agenda pengawasan ini diagendakan rutin saban hari Sabtu dengan menerjunkan jajaran pimpinan unit serta manajemen KAI Divre II Sumbar.

Keterlibatan ini merangkul lintas unit kerja, mulai dari divisi operasional, teknis, hingga lini administrasi.

Konsep lintas sektoral ini diterapkan demi memupuk kesadaran bahwa aspek keselamatan merupakan amanah bersama seluruh jajaran pegawai.

Pada skema pelaksanaannya, tim Tilik PJL terbagi dalam lima kelompok yang merepresentasikan nilai budaya kerja CITAR—Commitment, Integrity, Teamwork, Accountability, dan Responsibility.

Setiap kelompok diisi minimal lima personel manajemen KAI Divre II Sumbar dengan cakupan peninjauan sedikitnya tiga titik perlintasan.

Sebagai gambaran, Tilik PJL Kelompok Integritas melakukan sidak di tiga lokasi target, meliputi Stasiun Pauh Lima, JPL 08 Koto Luar, dan PJL 07 Pauh Lima.

Peninjauan berfokus pada kesiapan personel serta kelaikan sarana pendukung pengamanan perlintasan.

Item inspeksi mencakup presensi dan kesiapan PJL, kelengkapan alat keselamatan, kelayakan pos pengawasan, tingkat pemahaman personel terhadap instruksi kerja, hingga kesiapsiagaan saat kereta api melintas.

Baca Juga  KAI Divre II Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends Antarinsan Transportasi

Momentum ini sekaligus dimanfaatkan tim untuk memberikan edukasi serta pengarahan bila dijumpai hal yang perlu disempurnakan.

Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Lutfi Wijaya menekankan bahwa inspeksi tatap muka amat krusial agar tolok ukur keselamatan tidak sekadar menjadi regulasi di atas kertas, melainkan betul-betul diimplementasikan secara konsisten di lapangan.

“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam seluruh kegiatan operasional KAI. Karena itu, kami perlu memastikan secara langsung bahwa prosedur yang telah ditetapkan benar-benar dilaksanakan di lapangan. Tilik PJL memberikan kesempatan kepada manajemen untuk melihat kondisi aktual, menemukan potensi risiko, dan mengambil langkah perbaikan secara lebih cepat dan tepat,” ujar Lutfi.

Lutfi menilai, metode pengawasan ini sangat krusial untuk mentradisikan pola kerja preventif. Semua temuan dari lapangan wajib dijadikan bahan rujukan perbaikan sebelum memicu gangguan keselamatan perjalanan.

“Kami ingin membangun budaya keselamatan yang kuat melalui kepedulian dan kepekaan seluruh jajaran. Setiap orang harus mampu mengenali potensi risiko di lingkungan kerjanya, menyampaikan temuan, dan memastikan tindak lanjutnya. Dengan begitu, keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas yang berada di garis depan, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab seluruh insan KAI,” tambah Lutfi.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengutarakan bahwa Tilik PJL menjadi wadah untuk memverifikasi kesiapan personel dalam menjalankan tugas pengamanan secara disiplin dan taat aturan.

Baca Juga  KAI Divre II Sumbar Gelar Medical Check Up Pekerja

“PJL memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan di perlintasan sebidang. Karena itu, kesiapan personel, penguasaan prosedur, serta kondisi fasilitas pendukung perlu dipastikan secara berkala. Melalui Tilik PJL, pemeriksaan dilakukan langsung di lokasi sehingga manajemen dapat memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai pelaksanaan tugas,” ujar Reza.

Reza menambahkan, catatan temuan dari peninjauan ini tidak berhenti di lembar laporan.

Seluruh rekaman evaluasi didokumentasikan lalu diteruskan ke unit teknis terkait sebagai rujukan tindakan nyata, mulai dari pembenahan prasarana, penyempurnaan pola kerja, hingga pembinaan personel.

“Setiap catatan dilapangan harus menghasilkan tindak lanjut. Karena itu, hasil Tilik PJL menjadi bagian dari proses evaluasi manajemen untuk memastikan perbaikan benar-benar dilaksanakan. Dengan mekanisme tersebut, pengawasan dapat berjalan dalam satu siklus yang jelas, mulai dari pemeriksaan, pencatatan, tindak lanjut, hingga evaluasi,” jelas Reza.

Guna menjaga keselamatan perlintasan sebidang secara komprehensif, KAI Divre II Sumbar juga konsisten menjalankan program pendukung seperti inspeksi berkala, pembinaan internal, sosialisasi ke masyarakat, hingga merangkul pemerintah daerah serta instansi terkait.

KAI mengimbau para pengguna jalan untuk senantiasa mengutamakan kehati-hatian ketika hendak melintasi perlintasan sebidang.

Pengendara wajib berhenti sejenak, menengok kanan-kiri untuk memastikan situasi aman, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta tidak menerobos barikade saat kereta api hendak melintas.

Lewat pengawasan berkesinambungan, evaluasi faktual di lapangan, serta sinergi seluruh jajaran manajemen, KAI Divre II Sumbar berkomitmen mengokohkan budaya keselamatan demi menyajikan moda transportasi kereta api yang aman, selamat, nyaman, dan andal bagi publik.