Berita

Jumlah Penumpang Stasiun Lubuk Alung Melesat 53 Persen pada Semester I 2026

×

Jumlah Penumpang Stasiun Lubuk Alung Melesat 53 Persen pada Semester I 2026

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) terus mengoptimalkan peran Stasiun Lubuk Alung sebagai simpul pergerakan masyarakat yang krusial di Kabupaten Padang Pariaman.

Bukan sekadar sarana naik dan turun penumpang, stasiun ini memegang fungsi vital dalam menghubungkan berbagai rute perjalanan kereta api di area Divre II Sumbar.

Secara operasional, Stasiun Lubuk Alung menghubungkan perlintasan utama untuk koridor Lubuk Alung–Duku, Lubuk Alung–Pariaman, hingga Lubuk Alung–Kayu Tanam.

Keberadaannya memudahkan mobilitas warga dari kawasan Padang Pariaman menuju pusat Kota Padang, Pariaman, hingga Kayu Tanam dan wilayah sekitarnya.

Seiring melonjaknya kebutuhan mobilitas masyarakat terhadap angkutan masal, frekuensi operasional kereta api di wilayah ini terus bertambah. Pada 2021, KA Pariaman Ekspres beroperasi sebanyak 8 kali perjalanan sehari.

Memasuki tahun 2025 hingga sekarang, intensitasnya dinaikkan menjadi 10 perjalanan per hari. Penyesuaian juga diterapkan pada pola operasi KA Lembah Anai.

Jika sebelumnya melayani 6 perjalanan relasi Kayu Tanam–Bandara Internasional Minangkabau (BIM) PP, kini ketetapannya diubah menjadi 6 perjalanan relasi Kayu Tanam–Padang PP.

Langkah perubahan rute ini makin memperluas jangkauan warga ke pusat aktivitas di Kota Padang serta mendongkrak potensi jumlah penumpang.

Baca Juga  KAI Divre II Sumbar Tutup Tiga Perlintasan Liar Serentak

Pertumbuhan aktivitas moda transportasi ini tercatat jelas pada lonjakan volume penumpang di Stasiun Lubuk Alung.

Pada Semester I 2021, stasiun ini mencatat 23.268 pelanggan, lalu naik menjadi 40.418 pelanggan pada 2022, 63.702 pelanggan pada 2023, 77.702 pelanggan pada 2024, dan mencapai 86.020 pelanggan pada 2025.

Memasuki Semester I 2026, angka pergerakan penumpang melesat ke 132.054 pelanggan, atau meroket sekitar 53,51 persen jika dibandingkan dengan capaian pada Semester I 2025.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menerangkan bahwa tren positif peningkatan penumpang serta frekuensi perjalanan ini membuktikan peran penting Stasiun Lubuk Alung bagi mobilitas publik.

“Pertumbuhan pelanggan di Stasiun Lubuk Alung berjalan seiring dengan peningkatan frekuensi perjalanan dan pengembangan pola operasi kereta api. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi kereta api terus berkembang. Bagi KAI, kondisi ini menjadi dorongan untuk terus memastikan aspek keselamatan, keandalan operasional, serta kualitas pelayanan kepada pelanggan,” ujar Reza.

Di samping fokus pada angkutan penumpang, KAI melirik peluang komersialisasi kawasan Stasiun Lubuk Alung lewat optimalisasi aset milik perusahaan secara produktif.

Di antaranya pemanfaatan lahan di area sekitar pasar rakyat yang potensial digarap untuk aktivitas bisnis dengan tetap mematuhi regulasi keselamatan perkeretaapian.

Baca Juga  Kombes Pol Reza Pindah ke Lampung, Kukuh Jadi Dirlantas Polda Sumbar

Peluang lain yang disiapkan mencakup penataan area parkir serta penyediaan tempat pengisian daya kendaraan listrik (EV charging station) guna mendukung ekosistem transportasi modern dan ramah lingkungan.

Dari sisi penunjang, fasilitas Klinik Mediska turut melengkapi ekosistem pelayanan KAI di kawasan Lubuk Alung.

Sarana kesehatan tersebut siap mengakomodasi kebutuhan medis para pegawai maupun masyarakat luas sesuai ketersediaan layanan.

“Pengembangan Stasiun Lubuk Alung tidak hanya kami lihat dari sisi perjalanan kereta api, tetapi juga dari potensi kawasan dan layanan pendukungnya. Optimalisasi aset, pengembangan fasilitas parkir dan pengisian daya kendaraan listrik, serta keberadaan layanan kesehatan merupakan bagian dari upaya menghadirkan ekosistem yang memberikan nilai tambah. Tentunya seluruh pengembangan dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, regulasi, dan kebutuhan masyarakat,” tutup Reza.

Dengan frekuensi perjalanan yang kian padat, lonjakan trafik penumpang, hingga potensi ekspansi kawasan pendukung, Stasiun Lubuk Alung kian mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung transportasi di Sumatera Barat.

KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus memoles layanan dan memaksimalkan potensi aset yang ada agar kehadiran stasiun ini dapat memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat di Padang Pariaman.