SERUNI.CO – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) di Kota Padang tetap berlangsung pada Sabtu (17/10/2026), meskipun kualitas udara berada pada kategori tidak sehat akibat kabut asap.
Kegiatan yang dihadiri perwakilan siswa-siswi tingkat SD hingga SLTA se-Kota Padang tersebut dilaksanakan dengan menerapkan langkah pencegahan, termasuk pembagian dan penggunaan masker bagi peserta.
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang disampaikan, nilainya mencapai 181 dengan parameter kritis PM2,5.
Kondisi tersebut membuat para peserta dan undangan yang hadir terlihat menggunakan masker selama mengikuti kegiatan.
Sejumlah agenda peringatan HUT PMI ke-81 tetap dilaksanakan, termasuk upacara pembukaan dan berbagai perlombaan.
Kegiatan yang melibatkan anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan unsur lainnya itu disesuaikan dengan kondisi lingkungan, dengan sejumlah agenda ditempatkan di dalam tenda tertutup maupun ruangan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, mengatakan kegiatan tersebut sebelumnya telah beberapa kali mengalami penundaan karena kondisi kabut asap.
“Ya, sebenarnya PMI ini sudah beberapa kali menunda, ya. Pertama, September. Jadi, ini sebenarnya sudah tiga hari sebelum acara sekolah kita dengan PJJ,” ujar Yopi.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Peserta diminta menggunakan masker, sementara sejumlah agenda diarahkan berlangsung di dalam ruangan.
“Bagi peserta, pakai masker. Dan juga dilaksanakan di ruangan, di dalam ruangan. Namanya di luar ruangan, dan dia juga terpapar,” katanya.
Yopi menyebutkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang sebelumnya telah mengambil kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) lebih awal dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara.
Pada Rabu (14/10/2026), siswa telah menjalani pembelajaran jarak jauh. Kebijakan tersebut berlaku hingga Sabtu (17/10/2026), sementara evaluasi untuk hari berikutnya akan mempertimbangkan perkembangan kondisi udara.
“Kemarin hari Rabu, tanggal 14 Oktober, kita sudah memulakan siswa lebih awal. Karena melihat kondisinya. Sampai tanggal 17 ini masih libur,” ungkapnya.
Ia mengatakan, pihaknya akan kembali memantau kondisi udara pada Minggu (18/10/2026). Apabila kualitas udara belum membaik, masa pembelajaran jarak jauh berpeluang diperpanjang selama tiga hari.
“Besok kita lihat tanggal 18 besok, Minggu. Siang kita lihat kondisinya. Kalau nanti kita perpanjang tiga hari lagi,” kata Yopi.
Menurutnya, upacara pembukaan menjadi bagian awal kegiatan, sedangkan agenda lainnya disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Tenda kegiatan juga telah ditutup untuk mengantisipasi paparan kabut asap.
Yopi berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga sarana edukasi bagi para siswa mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Ketua PMI Kota Padang, PMI Harus Hadir Saat Bencana
Ketua PMI Kota Padang, H. Zulhardi Z. Latif, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang biasanya dilaksanakan setiap September, bertepatan dengan peringatan HUT PMI pada 17 September.
Namun, kondisi kabut asap menyebabkan kegiatan tersebut harus ditunda selama satu bulan hingga akhirnya dilaksanakan pada Sabtu (17/10/2026).
“Ini agenda tahunan dari PMI Kota Padang setiap bulan September. Kegiatan ini sudah kita rancang jauh-jauh hari. Sebenarnya kegiatan ini sudah tertunda satu bulan, seharusnya adalah di bulan September, karena HUT Palang Merah Indonesia itu 17 September,” ujar Zulhardi.
Ia menegaskan, PMI harus tetap menjalankan perannya dalam berbagai situasi bencana, termasuk ketika masyarakat menghadapi kondisi kabut asap.
“Ya, walaupun masalah ini akan berasa makin parah, tapi kita masih tetap langsung bagaimana. Kita Palang Merah (PMI) ini sebenarnya setiap bencana apa pun dia harus keluar, bukan berdiam diri,” katanya.
Menurut Zulhardi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana sosialisasi dan edukasi bagi para pembina agar informasi mengenai kesiapsiagaan bencana dapat diteruskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah dan menghindari kegiatan di luar apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.
Zulhardi mencontohkan peran PMI saat pandemi COVID-19 maupun ketika terjadi banjir. Dalam situasi tersebut, PMI tetap turun ke lapangan untuk memberikan bantuan, pertolongan, dan edukasi kepada masyarakat.
Terkait pelaksanaan HUT ke-81 di tengah kabut asap, Zulhardi mengatakan pihaknya telah menyiapkan masker untuk peserta.
Kegiatan juga diatur agar agenda yang memungkinkan dapat dilaksanakan di dalam tenda tertutup atau ruangan.
“Dilarang untuk upacara, tapi kita kan safety. Kita diberikan seluruh adik-adik kita masker,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah kegiatan utama dilaksanakan di dalam tenda maupun ruangan, termasuk seminar dan berbagai perlombaan.
Diikuti Lebih dari 300 Peserta
Zulhardi menyebutkan, kegiatan HUT PMI ke-81 di Kota Padang tersebut diikuti lebih dari 300 peserta yang berasal dari perwakilan sekolah-sekolah di Kota Padang.
Peserta terdiri atas anggota PMR Mula, PMR Madya, PMR Wira, serta Korps Sukarela (KSR). Mereka mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan panitia.
Perlombaan yang digelar antara lain lomba tandu, kegiatan mewarnai, serta manajemen posko. Sejumlah kegiatan dilaksanakan di dalam tenda dan ruangan untuk menyesuaikan pelaksanaan dengan kondisi kualitas udara.
Rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung selama satu hari, mulai dari pembukaan hingga seluruh agenda selesai pada pukul 17.00 WIB.
Di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Kota Padang, peringatan HUT PMI ke-81 tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan peran kemanusiaan PMI sekaligus meningkatkan pemahaman peserta mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana. (*)












