Ekonomi

Harga Plastik Melonjak 60 Persen, Pengusaha Coffee Shop di Padang Mulai Sesuaikan Harga

×

Harga Plastik Melonjak 60 Persen, Pengusaha Coffee Shop di Padang Mulai Sesuaikan Harga

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat berdampak luas hingga ke sektor UMKM di Kota Padang.

Ketegangan tersebut menghambat pasokan minyak mentah yang merupakan bahan baku utama biji plastik, sehingga memicu lonjakan harga kemasan plastik di pasar lokal secara signifikan.

Kondisi ini sangat dirasakan oleh para pelaku usaha kedai kopi, salah satunya Hadi Candra (31), pemilik Kalisani Coffee yang beroperasi di Business Center (BC) Kampus Universitas Andalas, Limau Manis.

Lonjakan Harga Kemasan Hingga 60 Persen

Hadi mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik saat ini sudah berada di luar batas kewajaran.

Kenaikan tersebut sangat membebani biaya operasional (cost) karena persentasenya yang sangat tinggi.

“Kalau secara cost itu otomatis naik karena kenaikan harga plastik itu cukup besar. Kalau sekadar 5% sampai 10% tidak masalah, ini kenaikannya sudah di atas dari 60%,” kata Hadi dilansir Padang Ekspres, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga  Saham GOTO Meningkat di Pasar Negosiasi Jelang Batas Akhir Rebalancing Indeks MSCI

Ia merincikan, pada awal April harga satu dus cup plastik yang sudah termasuk sablon berada di angka Rp390.000. Namun, saat ini harganya melonjak drastis menjadi Rp700.000 per dus.

Menurutnya, hal ini membuat margin keuntungan coffee shop yang menyasar segmen harga terjangkau menjadi semakin tipis.

Kenaikan Bahan Baku Lain: Susu dan Biji Kopi

Selain persoalan plastik, pengusaha kedai kopi juga dihadapkan pada kenaikan harga bahan baku lainnya secara bersamaan. Di awal Maret, harga susu dan biji kopi terpantau mulai merangkak naik.

Meskipun Kalisani Coffee menggunakan susu fresh milk yang kenaikannya tidak sedrastis susu jenis Ultra High Temperature (UHT), kelangkaan stok di Kota Padang tetap menjadi tantangan.

Harga susu UHT saat ini berada di kisaran Rp230.000 per dus dan sulit ditemukan di pasaran, sehingga pembelian sering kali dibatasi.

Baca Juga  Kisah Inspiratif Yusha Barus, Dari Jualan Ikan Cupang saat SD, Kini Sukses Kelola Berbagai Bisnis

Strategi Penyesuaian Harga untuk Mahasiswa

Mengingat target pasarnya adalah mahasiswa dengan rentang harga produk sekitar Rp15.000, Hadi harus memutar otak agar tidak merugi tanpa memberatkan konsumen.

Setelah melalui pertimbangan matang, ia akhirnya melakukan penyesuaian harga jual sebesar Rp1.000 hingga Rp2.000.

“Keputusan menyesuaikan emang dari segi harga naik tapi tidak terlalu signifikan karena kalau di kampus kan pasarnya mahasiswa. Kalisani ini bermain di level entry sampai ke menengah, jadi perlu dipikirkan matang untuk meningkatkan harga,” jelasnya.

Selain menaikkan harga, Hadi juga mencari alternatif bahan kemasan yang lebih ekonomis, seperti beralih dari penggunaan cup dengan tutup (lid) buka-tutup menjadi cup dan tutup plastik standar.

Ia berharap rantai pasok segera kembali normal agar harga di tingkat konsumen tetap stabil. (*)