Berita

Gempar Penemuan Tulang Belulang Janin Terbungkus Kain Putih di Pemakaman Solok

×

Gempar Penemuan Tulang Belulang Janin Terbungkus Kain Putih di Pemakaman Solok

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Warga Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dibuat gempar pada Selasa (1/9/2026).

Kegaduhan muncul setelah sisa tulang belulang janin ditemukan terimbun di kawasan Parantian Bendi.

Penemuan tak sengaja ini bermula sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, seorang warga setempat mendatangi area pemakaman untuk berziarah ke pusara keluarganya.

Kapolsek Bukit Sundi, Iptu Maihendri, menjelaskan bahwa langkah warga tersebut terhenti ketika mendapati gundukan tanah baru yang tampak mencurigakan di sekitar lokasi.

“Sewaktu berada di pemakaman, saksi melihat ada makam baru yang posisinya tidak lazim,” ujar Maihendri dikutip dari Sumbarkita.id.

Baca Juga  BPBD Kota Padang Kerahkan 12 Personel Bantu Banjir Bandang Kabupaten Solok

Dorong rasa penasaran, saksi memberanikan diri membongkar tanah mencurigakan itu. Tak perlu menggali dalam, pada kedalaman kurang dari 30 sentimeter, gundukan tersebut langsung membongkar isinya.

“Begitu digali tipis, terungkap ada struktur tulang kecil yang diduga janin, terbalut kain jilbab putih,” ungkapnya.

Saksi lantas melaporkan peristiwa ini ke aparat kepolisian. Petugas bergerak cepat mengamankan lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Guna penyelidikan medis lanjutan, sisa tulang belulang janin tersebut dievakuasi ke RSUD M. Natsir Solok.

Iptu Maihendri menegaskan bahwa kepolisian belum menyimpulkan asal-usul maupun dugaan indikasi praktik aborsi ilegal di balik peristiwa ini.

Baca Juga  MAAM Resmi Laporkan Abu Janda ke Polda Sumbar

“Kami belum bisa memastikan apakah ini hasil dugaan aborsi atau ada faktor lain. Pemeriksaan medis masih berjalan. Jika terbukti ada tindak pidana, kami akan kejar pelakunya,” tegas Maihendri.

Saksi kunci yang pertama kali mendapati keberadaan gundukan tersebut teridentifikasi bernama Asnimar (57), seorang ibu rumah tangga asal Jorong Koto Panjang, Nagari Muaro Paneh, yang juga bertindak sebagai pengelola makam kaum di kawasan tersebut.

Saat ini penyidik masih terus mengumpulkan fakta di lapangan dan menunggu hasil identifikasi medis sebagai dasar penanganan hukum berikutnya. (*)