Berita

Soroti Galodo Arosuka, Gamawan Fauzi Tegaskan Tolak Pemindahan Kantor Bupati Solok

×

Soroti Galodo Arosuka, Gamawan Fauzi Tegaskan Tolak Pemindahan Kantor Bupati Solok

Sebarkan artikel ini
Gamawan Fauzi mantan Bupati Solok dan Mendagri. (Foto: Istimewa)

SERUNI.CO – Pascabencana banjir bandang atau galodo yang menghentak kawasan Arosuka Kabupaten Solok pada Senin (21/9/2026) lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok tidak hanya dihadapkan pada pemulihan infrastruktur serta penanganan korban.

Gelombang perbincangan publik kini justru terseret pada wacana pemindahan pusat pemerintahan atau relokasi ibu kota kabupaten.

Gagasan tersebut memantik respons tajam dari mantan Bupati Solok dua periode, Gamawan Fauzi.

Dikutip dari Minangsatu, Gamawan Fauzi menyampaikan penolakan keras terhadap wacana relokasi tersebut dan menegaskan bahwa fokus penanganan seharusnya diarahkan pada pembenahan tata kelola sungai serta perbaikan lingkungan hidup.

Baca Juga  Dharmasraya Gandeng ITB Buka Peluang Program Afirmasi Pendidikan

“Sudah 25 tahun lamanya kantor tersebut berdiri. Tidak pernah ada masalah sekalipun hujan lebat berhari-hari, karena kita masih memelihara wilayah hutan sekitar kantor tersebut,” ujarnya.

Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) ini menilai akar persoalan utama yang memicu bencana galodo adalah alih fungsi lahan dan kerusakan ekosistem di kawasan sekitar perkantoran.

“Belakangan banyak pohon yang ditebang, banyak peladangan hortikultura muncul yang membuat lahan jadi gundul. Maka terjadilah musibah galodo itu. Kita yang salah tidak memelihara lingkungan, kenapa pula ada ide memindahkan kantor bupati? Apakah akan ditinggalkan rakyat dan perumahan yang kini banyak muncul untuak dibiarkan kena resiko terulang?,” ulas Gamawan.

Baca Juga  Fenomena Langka Okultasi Venus Oleh Bulan Hiasi Langit Indonesia 14 September 2026

Guna mengantisipasi ancaman serupa di masa mendatang, Gamawan menyatakan dukungan penuh atas rencana penanganan teknis yang disiapkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Semestinya kita layak mendukung langkah dari Kementerian PU yang akan bangun sabo dam, kemudian perlebar sungai dan kembalikan lingkungan hijau dengan pepohonan sebagai green belt/sabuk hijau sehingga mampu mencegah banjir seperti dulu,” tegasnya. (*)