Berita

Dugaan Penganiayaan Pengamen di Padang, Keluarga Karim Gelar Aksi di Pos Satpol PP

×

Dugaan Penganiayaan Pengamen di Padang, Keluarga Karim Gelar Aksi di Pos Satpol PP

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Keluarga almarhum Karim (32), seorang pengamen yang meninggal dunia dalam kondisi diduga tidak wajar, menggelar aksi unjuk rasa di depan pos Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kawasan Pasar Raya Padang, Kamis (2/4/2026).

Bersama rekan-rekan sesama pengamen, massa menuntut aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penganiayaan berat yang disinyalir melibatkan oknum petugas Satpol PP Kota Padang.

Massa aksi membawa sejumlah poster tuntutan dan menyampaikan orasi secara bergantian guna mendesak adanya keadilan atas kematian rekan mereka.

Kejanggalan Status Kejiwaan Korban

Kuasa hukum keluarga dari LBH Cakra Nusantara, Afrinaldo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah resmi melaporkan kasus ini ke Polresta Padang.

Berdasarkan kronologi, peristiwa bermula pada 23 Maret 2026 saat Karim diamankan Satpol PP dengan tuduhan sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), lalu dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

Baca Juga  Kisah Latifa, Remaja 15 Tahun jadi Jemaah Haji Termuda Embarkasi Padang

Namun, tim investigasi LBH menemukan kejanggalan dalam penetapan status tersebut.

Afrinaldo menyebut penilaian awal Karim sebagai ODGJ hanya didasarkan pada pernyataan sepihak yang dianggap tidak sinkron oleh petugas saat pemeriksaan awal.

“Penetapan bahwa Karim ODGJ hanya didasarkan pada pernyataan yang dianggap tidak nyambung oleh pihak rumah sakit, seperti pengakuan mengenal tokoh tertentu,” ujar Afrinaldo.

Pihak kuasa hukum menegaskan memiliki bukti kuat, termasuk dokumentasi aktivitas sosial, yang menunjukkan bahwa Karim bukanlah seorang ODGJ sebagaimana yang dituduhkan.

Temuan Investigasi Lapangan Berbeda

LBH Cakra Nusantara juga mempertanyakan alasan pengamanan Karim. Meski pihak Satpol PP menyatakan Karim diamankan karena mengamuk di Pasar Raya, hasil penelusuran lapangan oleh tim penasihat hukum tidak menemukan fakta yang mendukung klaim tersebut.

Baca Juga  Diserang Pakai Botol Kaca, Dua Personel Satpol PP Padang Luka saat Razia Minol

“Temuan kami berbeda dengan pernyataan pihak Satpol PP. Karim tidak mengamuk dan bukan ODGJ,” tegas Afrinaldo.

Tuntut Transparansi Penyelidikan

Dalam aksinya, massa mengecam tindakan arogan yang diduga berujung pada hilangnya nyawa Karim.

Mereka meminta transparansi penuh dari kepolisian dalam proses penyelidikan dan berharap penegakan hukum dilakukan secara profesional tanpa tebang pilih.

Hingga berita ini diturunkan, aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat kepolisian tersebut berjalan tertib, sementara proses penyelidikan di Polresta Padang masih terus bergulir untuk mengungkap fakta di balik kematian korban. (*)