Berita

BMKG Pasang High Frequency Radar di Padang dan Pariaman

×

BMKG Pasang High Frequency Radar di Padang dan Pariaman

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi melakukan pemasangan alat navigasi canggih berupa High Frequency Radar di wilayah pesisir Sumatera Barat (Sumbar).

Perangkat ini dipasang sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem mitigasi bencana sekaligus membantu navigasi pelayaran kapal di perairan setempat.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Padang Panjang, Suadi Ahadi, menjelaskan bahwa alat ini memiliki fungsi ganda yang sangat vital bagi keselamatan publik.

“High frequency radar ini selain untuk navigasi penyeberangan laut, juga bermanfaat untuk mengonfirmasi kehadiran tsunami,” ujar Suadi, Senin (13/4/2026).

Lokasi Pemasangan dan Fungsi Navigasi

BMKG menempatkan radar canggih ini di dua titik strategis, yakni di kawasan Masjid Al Hakim, Kota Padang, dan di kawasan Taman Anas Malik, Kota Pariaman.

Keberadaan alat ini diharapkan mampu menyediakan data navigasi yang akurat bagi kapal-kapal yang akan bertolak dari Kota Padang menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Baca Juga  Perumda Air Minum Padang Tata Jaringan Pipa di Jembatan Kampung Tanjung

Validasi Tsunami Lebih Akurat dari Tsunami Gate

Pemasangan radar frekuensi tinggi ini menandai peningkatan teknologi mitigasi dari alat sebelumnya, seperti tsunami gate atau tide gate.

Selama ini, BMKG menghadapi kendala dalam mengonfirmasi potensi gelombang yang tiba di bibir pantai secara cepat.

Radar baru ini mampu mendeteksi pergerakan gelombang tsunami hingga jarak 140 kilometer.

Hal ini menjadi sangat krusial mengingat sumber ancaman megathrust di Kepulauan Mentawai berjarak sekitar 200 kilometer dari garis pantai.

“Jadi, gelombang tinggi itu bisa dipantau lebih cepat dibandingkan menggunakan tsunami gate. Dengan memasang high frequency radar, BMKG bisa memvalidasi sumber datangnya gelombang tsunami yang jauh lebih baik dari alat sebelumnya,” tambah Suadi.

Baca Juga  Idul Adha 1447 H, Bank Nagari Kurban 42 Ekor Hewan

Uji Coba dan Target Operasional

Meskipun perangkat sudah terpasang, kedua alat tersebut saat ini belum beroperasi secara penuh karena masih dalam tahap pengaturan frekuensi oleh pihak BMKG.

Otoritas terkait menargetkan radar ini dapat berfungsi secara maksimal pada Mei 2026 mendatang.

Pemasangan teknologi ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko ancaman tsunami megathrust di wilayah pesisir Sumatera Barat, khususnya Kota Padang.

Berdasarkan data BMKG, terdapat sekitar 500 ribu jiwa penduduk yang bermukim di sepanjang garis pantai tersebut.

“Kota Padang memiliki potensi ancaman megathrust yang lebih besar daripada kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat. Artinya, dengan menggunakan high frequency radar pemangku kepentingan bisa melakukan tindakan antisipasi, dan penyelamatan yang lebih cepat jika terjadi tsunami,” pungkasnya. (*)