Berita

Bermain di Dekat Sawah, Balita 3,5 Tahun di Pasaman Diduga Terseret Arus Sungai

×

Bermain di Dekat Sawah, Balita 3,5 Tahun di Pasaman Diduga Terseret Arus Sungai

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi foto sungai keruh. (Foto: Shutterstock)

SERUNI.CO – Seorang balita berusia tiga setengah tahun bernama Haikal dilaporkan hilang dan diduga kuat hanyut terseret arus sungai di Jorong 7 Saroha, Nagari Koto Tapan, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat.

Peristiwa memilukan ini terjadi saat korban tengah asyik bermain di sekitar area persawahan yang berada dekat dari kediamannya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait kondisi membahayakan manusia tersebut dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman, Mardianto, pada Minggu (5/7/2026) pukul 12.17 WIB.

Berdasarkan laporan kronologi kejadian, peristiwa bermula pada Sabtu (4/7/2026) sekira pukul 16.00 WIB.

”Saat itu, korban sedang bermain sendirian di luar rumah yang berbatasan langsung dengan area persawahan, sementara orang tuanya sedang sibuk memasak dan mencuci piring di dalam rumah,” tulis dalam keterangan resmi.

Baca Juga  Tinjau Dampak Galodo di Solok, Zigo Rolanda Minta BWS Prioritaskan Normalisasi Sungai

Namun, setelah pekerjaan rumah selesai, orang tua korban terkejut mendapati sang anak sudah tidak berada di lokasi bermain.

”Upaya pencarian mandiri segera dilakukan bersama pemerintah nagari dan warga setempat, namun hingga kini keberadaan korban belum juga membuahkan hasil. Adanya aliran sungai di dekat tempat korban bermain memperkuat dugaan bahwa korban tergelincir dan hanyut,” sambungnya dalam keterangan.

Merespons situasi darurat tersebut, Tim Rescue Pos SAR Pasaman langsung bergerak cepat menuju Lokasi Kejadian Pertama (LKP) pada Minggu siang pukul 12.35 WIB.

Sebanyak sembilan personel rescue dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian intensif dengan estimasi waktu tempuh darat sekitar 4 jam dari Pos SAR menuju titik koordinat perkiraan 0°47’17.4″N 99°54’22.2″E, yang berjarak sekitar 160 kilometer.

Alat Utama dan Strategi Pencarian

Guna memaksimalkan proses pencarian di medan aliran sungai, Tim SAR dibekali dengan berbagai peralatan penyelamatan air dan teknologi canggih guna mendeteksi keberadaan korban secara efektif. Beberapa alat utama (alut) yang dikerahkan meliputi:

  1. Rescue Car Dmax Double Cabin sebagai armada mobilisasi personel.
  2. Satu unit LCR (Landing Craft Rubber) lengkap dengan Motor Tempel (Mopel) untuk penyisiran sungai.
  3. Drone Thermal untuk melakukan pemindaian suhu tubuh objek dari udara guna mempercepat pelacakan.
  4. Peralatan SAR Air, Peralatan Medis darurat, serta Peralatan Komunikasi (Pal Kom).
Baca Juga  Hujan Deras Picu Banjir di Padang, Lumin Park Lubuk Minturun Terdampak

Pihak SAR menyampaikan bahwa kondisi cuaca di sekitar lokasi saat ini terpantau berawan, dan sejauh ini belum ditemukan faktor penghambat yang signifikan di lapangan.

“Operasi pencarian akan terus dilakukan secara sinergis bersama BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat setempat demi menemukan korban secepatnya,” tutup keterangan resminya. (*)