SERUNI.CO – Nama Aiptu Dafit Rico Dermawan, atau yang lebih populer dengan sapaan David WW, kini tengah menjadi sorotan nasional.
Katim Klewang II Satreskrim Polresta Padang ini secara resmi terpilih dalam jajaran 15 besar nomine Hoegeng Award 2026.
Prestasi ini menjadikannya polisi pertama dari Sumatera Barat (Sumbar) yang berhasil mencapai tahap tersebut dalam ajang penghargaan bergengsi kepolisian yang telah digelar empat kali ini.
Pria kelahiran Bandar Buat ini merupakan anak kedelapan dari sembilan bersaudara yang tumbuh dari keluarga sederhana.
Ayahnya merupakan seorang sopir di PT Igasar, anak perusahaan PT Semen Padang. David mengaku impiannya menjadi polisi telah dipupuk sejak SMP melalui berbagai kegiatan organisasi seperti Pramuka, Paskibraka, dan OSIS.
Perjalanannya meraih seragam cokelat tidaklah mudah. David sempat mengalami kegagalan empat kali saat mengikuti seleksi kepolisian antara tahun 1997 hingga 1999.
“Saya baru dinyatakan lulus sebagai siswa Bintara Polri pada tahun 2000. Itu pun di usia terakhir pendaftaran,” ujar David saat ditemui di Posko Tim Klewang II, Jalan Tarandam III, Padang, Rabu (13/5/2026).
Setelah sempat bertugas di Unit Sabhara Polda Sumbar, lulusan SPN Padang Besi ini memilih pindah ke Unit Buru Sergap (Buser) demi membantu penegakan hukum secara langsung.
Selama lebih dari 25 tahun berkarier di buser, David memiliki catatan unik, ia hampir tidak pernah mengambil cuti tahunan demi menjaga keamanan wilayahnya.
“Selama 25,5 tahun berdinas, saya belum pernah ambil cuti untuk jalan-jalan karena hati saya tidak tenang jika ada kejadian di lapangan saat saya sedang libur,” ungkap mantan personel Polres Mentawai tersebut.
Dengan moto hidup “On Call 25 Jam”, David menekankan integritas pelayanan publik tanpa biaya.
Ia menjamin bahwa Tim Klewang melayani seluruh lapisan masyarakat secara profesional dan gratis.
Bahkan, ia kerap menggunakan uang pribadi untuk biaya operasional anggotanya agar mereka dapat bekerja dengan tenang tanpa beban materi.
Risiko nyawa pun pernah ia pertaruhkan, seperti saat baku tembak dengan perampok ATM di kaki Gunung Singgalang pada 2010 silam.
Namun, di balik ketegasannya, David tetap mengedepankan sisi humanis melalui pendekatan restorative justice (RJ) jika pelaku melakukan kejahatan karena himpitan ekonomi.
Masuknya nama David dalam Hoegeng Award 2026 merupakan kejutan besar baginya. Ia terpilih dari seribu lebih polisi yang diusulkan oleh masyarakat.
“Masuk 15 besar Hoegeng Award adalah kejutan bagi saya. Ini semua berkat usulan masyarakat yang menilai integritas kami dalam merespons publik secara cepat. Ini tanggung jawab besar yang harus saya tanggung seumur hidup,” ucap pria kelahiran 16 September 1979 tersebut.
Dukungan penuh pun mengalir dari Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, yang menyebut David sebagai sosok polisi yang berdedikasi dan penuh prestasi dalam mengungkap berbagai kasus kejahatan. (*)












