SERUNI.CO – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara resmi memperkenalkan desain terbaru untuk rekonstruksi Stadion Haji Agus Salim di Kota Padang, Sumatera Barat.
Stadion legendaris ini akan bertransformasi menjadi fasilitas olahraga modern yang tetap mempertahankan identitas budaya Minangkabau yang kental.
Peluncuran desain ini menarik perhatian publik karena menggabungkan arsitektur kontemporer dengan simbol lokal.
Hal ini terlihat jelas pada bagian fasad stadion yang mengadopsi bentuk gonjong khas Rumah Gadang, dipadukan dengan sentuhan warna Marawa (hitam, kuning, dan merah).
Anggaran Rp400 Miliar dan Target Rampung 2027
Proyek besar ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp400 miliar. Berdasarkan jadwal resmi, pekerjaan fisik akan dimulai pada Mei 2026.
Kementerian PUPR menargetkan pembangunan memakan waktu sekitar satu tahun, sehingga stadion diproyeksikan siap beroperasi kembali pada pertengahan 2027.
Meski mengacu pada pola dasar Stadion Surajaya Lamongan yang fungsional, Stadion Haji Agus Salim memiliki perbedaan signifikan pada bagian atap.
Stadion ini akan dilengkapi dua atap besar di tribun Barat dan Timur dengan desain melengkung ke bawah menyerupai siluet tanduk yang memberikan kesan kokoh.
Fasilitas Berstandar Nasional dan Kapasitas Penonton
Pasca-rekonstruksi, stadion ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 15.000 penonton.
Walaupun kapasitas kursi tidak meningkat tajam, fokus utama pembangunan adalah pada aspek keamanan dan kenyamanan yang sesuai dengan standar stadion nasional terbaru.
Lingkup perbaikan mencakup berbagai fasilitas vital, antara lain:
-
Peningkatan kualitas rumput lapangan.
-
Pembaruan sistem pencahayaan.
-
Renovasi ruang ganti pemain.
-
Peningkatan aksesibilitas bagi penonton, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Mengembalikan Marwah Olahraga Sumatera Barat
Pihak Kementerian PUPR menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar renovasi fisik biasa, melainkan upaya strategis untuk menghidupkan kembali gairah olahraga di Ranah Minang.
“Pembangunan ini bukan sekadar memperbaiki tribun, tetapi mengembalikan marwah olahraga Sumatra Barat dengan fasilitas yang layak dan representatif secara budaya,” ujar perwakilan Kementerian PUPR, dikutip Jumat (10/4/2026).
Hadirnya stadion dengan fasilitas modern ini diharapkan dapat menjadi ikon baru pariwisata olahraga serta memicu kebangkitan prestasi klub-klub sepak bola lokal di peta olahraga nasional. (*)












