Berita

Siswa Korban Bullying Padang Masuk RSJ, Lulus SNPMB Unand

×

Siswa Korban Bullying Padang Masuk RSJ, Lulus SNPMB Unand

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Seorang siswa SMA berinisial BS di Kota Padang, Sumatera Barat, kini harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) HB Saanin.

BS diduga menjadi korban perundungan (bullying) berat yang terjadi di lingkungan sekolahnya hingga mengalami trauma psikis yang mendalam.

Di tengah kondisi mental yang terguncang, sebuah kabar haru menyertai perjuangan BS. Ia dinyatakan lulus Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas (Unand).

Pengumuman kelulusan tersebut diterima pihak keluarga saat sang anak masih berada di bawah penanganan medis.

Dugaan aksi perundungan ini terungkap setelah ibu kandung korban, Tiara, memeriksa ponsel milik anaknya.

Di dalam galeri dan pesan singkat, ditemukan berbagai bukti hinaan fisik yang menyasar kondisi gigi, mata, hingga status BS sebagai anak yatim.

Baca Juga  Polresta Padang Tangkap Ibu dan Anak Pencuri Toko Emas

Selain tekanan verbal, BS diduga kerap menerima ancaman fisik yang sangat serius dari rekan sekolahnya.

“Anak saya kerap diancam dengan kampak oleh pelaku yang merupakan teman sekolahnya. Bahkan bekal nasi goreng yang selalu dibawanya pun menjadi bahan tertawaan,” ujar Tiara saat melaporkan kasus tersebut ke Polresta Padang.

Bantahan Pihak Sekolah dan Langkah Hukum Keluarga

Ketegangan sempat terjadi ketika keluarga mendatangi SMA Pertiwi 2 Padang untuk meminta klarifikasi.

Meskipun bukti digital telah dipaparkan, perwakilan pihak sekolah sempat membantah adanya perundungan sistematis dan berdalih bahwa kejadian tersebut hanyalah sebatas “candaan” antar siswa.

Pihak keluarga menolak keras pernyataan tersebut. Bagi mereka, dampak yang ditimbulkan hingga menyebabkan korban harus dirawat di rumah sakit jiwa membuktikan bahwa tindakan tersebut bukan sekadar gurauan.

Baca Juga  Karyawan Depot Air di Padang Diduga Aniaya Bos Pakai Kursi

Keluarga akhirnya memilih untuk menempuh jalur hukum.

Penyelidikan oleh Polresta Padang

Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani secara intensif oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat-Reskrim Polresta Padang.

Kepolisian telah mengamankan sejumlah bukti dan berencana memanggil pihak sekolah serta para terduga pelaku.

“Kami akan memproses laporan ini secara profesional. Penyelidikan sudah dimulai dengan mengambil keterangan keluarga dan mengamankan bukti digital,” tegas Kompol M. Yasin, Kasat Reskrim Polresta Padang.

Keluarga kini berharap BS dapat segera pulih dari traumanya agar bisa mewujudkan cita-citanya berkuliah di Universitas Andalas, sembari menuntut keadilan dan sanksi hukum yang setimpal bagi para pelaku. (*)