SERUNI.CO – Persaingan sengit menyelimuti hari ketiga gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat (Sumbar) 2026 cabang olahraga (Cabor) Muaythai.
Sebanyak 25 pertandingan digelar di Gedung Serba Guna, Kawasan GOR H Agus Salim, Padang, pada Senin (5/10/2026) guna menentukan para petarung terbaik yang berhak melangkah ke babak final.
Ajang hari ketiga ini mempertemukan para atlet berbakat yang mewakili 11 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, yakni Kota Padang, Kota Solok, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Solok, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Dharmasraya, dan Kabupaten Pasaman Barat.
Para pemenang dari 25 laga tersebut dipastikan berlaga pada partai puncak yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (6/10/2026).
Babak final esok hari menyajikan total 20 pertandingan memperebutkan medali emas, terdiri dari 8 laga kategori putri di berbagai kelas serta 12 laga kategori putra.
Selain medali emas, para jawara juga berkesempatan membawa pulang bonus apresiasi dari masing-masing pemerintah daerah asal mereka.
Apresiasi Pengprov MI Sumbar atas Regenerasi Atlet
Ketua Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Sumatera Barat, Arif Rahman Nasir, menyampaikan apresiasi mendalam atas dinamika positif dan kualitas kompetisi yang ditunjukkan para petarung muda daerah.
Menurutnya, ketatnya persaingan di arena Porprov XVI menjadi bukti nyata bahwa roda organisasi dan sistem regenerasi atlet di tingkat basis berjalan dengan baik.
“Kami sangat puas melihat perkembangan Muaythai di Sumbar saat ini. Makin banyak generasi muda yang tertarik dan secara serius menggeluti olahraga ini. Potensi bermunculan yang kita saksikan pada ajang Porprov kemarin adalah bukti konkret bahwa proses pembinaan di daerah mulai membuahkan hasil,” ujar Arif.
Langkah Taktis Persiapan Ajang Nasional dan PON
Munculnya deretan petarung potensial dari level akar rumput menjadi modal berharga bagi Pengprov MI Sumbar.
Tak ingin kehilangan momentum, hasil evaluasi menyeluruh dari Porprov XVI Sumbar ini akan langsung dijadikan cetak biru (blueprint) dalam menyusun program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) serta pembinaan jangka panjang.
Menghadapi persaingan ketat di kancah nasional, MI Sumbar bergerak cepat menyusun strategi pembenahan internal.
Prosedur seleksi atlet akan diperketat melalui sistem pengerucutan berbasis performa, didukung porsi latihan fisik dan teknik yang lebih intensif guna membentuk kontingen yang tangguh.
Langkah taktis ini disiapkan untuk melapis kedalaman skuad menjelang kejuaraan berskala nasional, agenda kualifikasi, hingga ajang bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Guna menjaga keberlanjutan prestasi, langkah MI Sumbar tidak berhenti pada penggemblengan atlet semata.
“Pengprov juga memperluas ekspansi kepengurusan ke seluruh kabupaten/kota, sambil meningkatkan lisensi serta kompetensi para pelatih dan wasit daerah agar standar pertandingan di Sumatera Barat semakin diakui secara nasional,” tutupnya. (*)












