SERUNI.CO – Tim SAR Kantor SAR Kelas A Padang sukses mengevakuasi seorang pria yang dilaporkan terjatuh ke dalam sumur di kawasan Pabalutan, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (4/4/2026).
Korban bernama Irvan (27) berhasil diangkat dalam kondisi selamat setelah melalui proses evakuasi yang dramatis.
Informasi kejadian pertama kali diterima dari personel Damkar Tanah Datar, Rizki Wahyusi, sekitar pukul 11.50 WIB.
Berdasarkan laporan lapangan, korban diketahui masuk ke dalam sumur sekitar pukul 11.45 WIB di area pemukiman warga.
Respon Cepat dan Teknik Vertical Rescue
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, menyatakan bahwa pihaknya segera mengerahkan tim rescue dari Unit Siaga SAR (USS) Tanah Datar begitu laporan diterima.
Tim yang terdiri dari lima personel diberangkatkan pada pukul 12.00 WIB dan tiba di lokasi sepuluh menit kemudian.
Proses penyelamatan dilakukan menggunakan peralatan vertical rescue mengingat kondisi sumur yang sempit dan memiliki risiko tinggi bagi keselamatan korban maupun petugas.
“Tim tiba di lokasi pada pukul 12.10 WIB dan langsung melakukan proses evakuasi. Berkat kesiapsiagaan personel, korban akhirnya berhasil dievakuasi pada pukul 13.15 WIB dalam kondisi selamat,” ujar Abdul Malik.
Sinergi Antar-Lembaga di Lapangan
Keberhasilan operasi penyelamatan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, Damkar, BPBD, hingga partisipasi aktif masyarakat setempat.
Setelah berhasil dievakuasi, Irvan langsung dibawa ke pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Abdul Malik menegaskan bahwa tidak ada kendala berarti selama proses evakuasi berlangsung. Seluruh prosedur dijalankan sesuai standar operasional yang berlaku hingga operasi dinyatakan selesai.
Himbauan Keselamatan bagi Masyarakat
Menyikapi kejadian ini, Basarnas mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar, terutama terkait keberadaan sumur terbuka atau lubang yang tidak memiliki pengaman.
“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan aspek keselamatan. Kejadian seperti ini sebenarnya bisa dicegah dengan langkah antisipatif sederhana,” tutup Abdul Malik. (*)












