Berita

Festival Tanam Hulu Dimulai, Galapagos Targetkan 60 Ribu Pohon untuk Mitigasi Bencana Padang

×

Festival Tanam Hulu Dimulai, Galapagos Targetkan 60 Ribu Pohon untuk Mitigasi Bencana Padang

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia resmi menggelar Festival Tanam Hulu dengan target menanam hampir 60 ribu bibit pohon di hulu Sungai Batang Kuranji, kota Padang.

Penanaman perdana program mitigasi bencana ini telah dilaksanakan di daerah Guo, Kecamatan Kuranji, pada Rabu sore (9/9/2026).

Inisiatif lingkungan ini berkaca dari dampak parah bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada akhir tahun lalu.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjelaskan bahwa bencana tersebut tidak hanya menelan 12 korban jiwa.

“Bencana banyak menelan korban jiwa dan berdampak pada lebih dari 30 ribu warga, tetapi juga memicu sedimentasi fluvial berupa endapan lumpur dan pasir di sepanjang aliran sungai,” katanya.

“Hal ini menuntut Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dilakukan di semua lini, termasuk perbaikan ekologi di hulu sungai,” tambahnya.

Baca Juga  Selesai Ibadah, 79 Jemaah Haji Padang Panjang Tiba Hari Ini

Penanaman diprioritaskan di empat lokasi yang tersebar di Kecamatan Pauh dan Kecamatan Kuranji, yakni Lambung Bukik, Gunung Nago, Gunung Sarik, dan Batu Busuk.

Ketua Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia, Hendra Amriz, memaparkan bahwa festival ini dirancang sebagai program komprehensif yang berlangsung selama 30 minggu atau sekitar tujuh bulan.

Pelaksanaannya dibagi ke dalam tiga klaster yang saling berkaitan:

1. Konsolidasi Pemangku Kepentingan

Meliputi diskusi, tatap muka, pemetaan kawasan, serta sosialisasi untuk menyatukan persepsi antara instansi pemerintah, akademisi, NGO, dan masyarakat setempat.

2. Edukasi Lingkungan Hidup

Berupa coaching clinic, pendampingan pembuatan proposal, hingga seleksi agar para peminat siap secara teknis dan ekologis.

3. Kompetisi Restorasi Hulu

Peserta terlibat langsung dalam inkubasi bibit, aksi penanaman, pemetaan geo-tagging, dan perawatan pohon. Pemenang kompetisi ditentukan berdasarkan kriteria persentase pohon yang bertahan hidup (survival rate).

Baca Juga  Pria Ditemukan Meninggal Dalam Sumur di Kuranji Padang

“Sistem kompetisi berhadiah dengan pemantauan jangka panjang ini menjadikan Festival Tanam Hulu sebagai kegiatan unik yang baru pertama kali diadakan di Indonesia,” terangnya.

Anggota DPR RI Dapil Sumatera Barat, Andre Rosiade, turut mengapresiasi dan hadir langsung dalam kegiatan penanaman perdana.

“Program ini telah dikaji dan dipersiapkan dengan sangat matang, terlihat dari sistem pelibatan peserta, pemilihan bibit, hingga komitmen pemantauan selama tujuh bulan penuh,” singkatnya.

Sebagai informasi, Galapagos berawal dari kegiatan ekstrakurikuler Siswa Pencinta Alam (Sispala) SMAN 1 Padang pada tahun 1984.

Konsistensi kepedulian anggotanya kini telah melahirkan tiga entitas utama, yakni Sispala Galapagos, Perkumpulan Galapagos, dan Yayasan Galapagos, yang seluruhnya bermuara pada misi pelestarian alam Indonesia.