SERUNI.CO – Kepulan asap akibat amukan si jago merah menggemparkan warga yang tinggal di kawasan padat pemukiman Komplek Vila Raya Indah Blok C 2, RT 002 / RW 011, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, pada Selasa (9/6/2026) siang.
Insiden tersebut mengakibatkan satu unit rumah tinggal yang juga dioperasikan sebagai depot air minum serta warung P&D (pernak-pernik & dagangan) mengalami kerusakan yang cukup parah.
Peristiwa kebakaran ini dibenarkan oleh Rinaldi selaku Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, yang menyebutkan laporan masuk sekitar pukul 14.10 WIB.
Usai mendapati laporan warga, jajaran personel Damkar segera dikerahkan menuju tempat kejadian perkara.
“Petugas kami dari Peleton C menerima laporan pukul 14.10 WIB dan unit armada pertama langsung berangkat semenit kemudian. Mengingat lokasi kebakaran berada di area padat perumahan dengan akses jalan yang kecil, kami mengerahkan kekuatan penuh agar api tidak meluas ke bangunan sekitar,” terang Rinaldi sewaktu memaparkan keterangan pada Selasa (9/6/2026) sore.
Dalam operasi pemadaman tersebut, sebanyak 8 unit mobil pemadam kebakaran beserta 90 personel diterjunkan ke lokasi.
Berkat kesigapan petugas, kobaran api berhasil dikendalikan secara total dan proses penanganan dinyatakan rampung pada pukul 15.08 WIB.
Merujuk pada kesaksian seorang warga di lokasi kejadian bernama Andri (62), titik api mulanya tampak berupa percikan yang bersumber dari bagian dapur rumah kepunyaan Haryansyah (44).
Kobaran dari percikan tersebut merebak dengan cepat lalu menjalar hingga ke area depan bangunan yang difungsikan untuk depot air serta warung.
Dampak dari insiden kebakaran ini membuat bangunan dengan estimasi luas 20×10 m tersebut menderita rusak berat.
Total kerugian materiil yang dialami korban diproyeksikan menyentuh angka Rp800 juta. Walau demikian, tindakan cepat para petugas Damkar di lapangan berhasil mengamankan aset-aset di area sekitar yang nilainya ditaksir mencapai Rp1,2 miliar.
“Area yang terancam sebenarnya cukup luas, berkisar 50×50 m dengan potensi dampak ke 10 bangunan di sekitarnya. Beruntung pergerakan cepat tim berhasil melokalisir api,” jelas Rinaldi menambahkan.
Musibah ini mengakibatkan sebanyak 3 Kepala Keluarga (KK) dengan total akumulasi 8 jiwa terpaksa kehilangan tempat bernaung dan harus berpindah mengungsi.
Pihak Damkar melaporkan tidak ada korban jiwa yang timbul akibat peristiwa ini. Kendati demikian, seorang lanjut usia (lansia) bernama A Basli Sikumbang (82) yang berprofesi sebagai pedagang dilaporkan menderita luka-luka dan telah segera dievakuasi untuk memperoleh perawatan medis.
Hingga saat ini, faktor utama yang memicu munculnya letupan percikan api di dalam dapur rumah milik korban masih belum dipastikan.
“Untuk penyebab kebakaran, saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian,” pungkas Rinaldi. (*)












