Berita

Diduga Pusing, Pemulung di Padang Terjatuh ke Banda Bakali

×

Diduga Pusing, Pemulung di Padang Terjatuh ke Banda Bakali

Sebarkan artikel ini
Pemulung berusia 47 tahun terjatuh ke Banda Bakali kawasan GOR Haji Agus Salim. (Foto: Damkar Padang)

SERUNI.CO – Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di kawasan Jalan Rasuna Said, tidak jauh dari Gelanggang Olah Raga (GOR) Haji Agus Salim, Padang Barat, Kota Padang, Minggu dini hari (7/6/2026).

Seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung terperosok dan jatuh ke dalam saluran air Banda Bakali.

Kejadian tersebut berlangsung secara mendadak sewaktu korban sedang mengemudikan becak motornya dan tiba-tiba merasakan pusing pada kepalanya.

Identitas korban diketahui bernama Hendri, seorang pria paruh baya berusia 47 tahun yang tercatat sebagai warga Jalan Batang Arau, RT 003/RW 004, Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat.

Saat ditemukan di dalam area saluran air Banda Bakali, korban berada dalam keadaan tidak sadarkan diri setelah terhempas dari kendaraan yang dikemudikannya.

Kronologi Kejadian dan Kecepatan Respons Petugas Damkar

Insiden ini pertama kali dipantau oleh seorang saksi mata di lokasi sekitar yang bernama Ibnu Al Syauqi, seorang pelajar yang masih berusia 16 tahun.

Melihat kondisi darurat tersebut, Ibnu langsung berinisiatif menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang guna meminta pertolongan melalui saluran layanan darurat.

Berdasarkan rincian data penanganan, laporan pertama kali masuk dan diterima oleh pihak Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang pada pukul 01.38 WIB.

Berselang satu menit kemudian, tepatnya pukul 01.39 WIB, unit pertolongan langsung bergerak menuju lokasi.

Baca Juga  Cekcok Jaga Malam, Pria di Gunung Sarik Padang Tewas Ditusuk

Petugas rescue tiba di titik kejadian yang beralamat di Jalan Rasuna Said Nomor 81A, Kelurahan Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, pada pukul 01.44 WIB.

Waktu tanggap ini dicapai hanya dalam kurun waktu enam menit setelah laporan masuk, dengan jarak tempuh sekitar 400 meter dari area posko.

Dalam operasi penyelamatan ini, Dinas Damkar mengerahkan dua unit kendaraan taktis yang terdiri atas armada rescue serta armada komando.

Sebanyak delapan personel terlatih yang tergabung ke dalam Peleton C dikerahkan untuk mengeksekusi proses evakuasi.

Seluruh rangkaian proses pengangkatan korban berjalan dinamis hingga dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 02.59 WIB.

Konfirmasi Resmi dan Kondisi Medis Korban

Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, membenarkan seluruh rangkaian kronologi peristiwa tersebut.

Menurut penjelasannya, korban kehilangan keseimbangan saat berkendara di tepi Banda Bakali hingga akhirnya terperosok ke dalam saluran air.

“Korban sedang mengendarai becak motornya di dekat Banda Bakali, kawasan GOR Haji Agus Salim, ketika tiba-tiba mengalami pusing sehingga terjatuh ke dalam Banda Bakali. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara, lalu dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Rinaldi.

Pihak Dinas Damkar Kota Padang menegaskan bahwa korban berhasil diselamatkan dan dievakuasi dari dasar Banda Bakali dalam kondisi masih hidup.

Baca Juga  Liga Futsal Nusantara 2026 Sumbar Bergulir 3-9 Agustus di Padang

Setelah diangkat ke permukaan, Hendri langsung diberikan tindakan pertolongan pertama sebelum akhirnya dilarikan menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapatkan perawatan medis awal.

Lantaran kondisi kesehatannya memerlukan penanganan medis yang jauh lebih intensif, pihak rumah sakit kemudian mengeluarkan rujukan agar Hendri dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang untuk menerima perawatan lanjutan yang lebih optimal.

Rinaldi mengimbuhkan bahwa kesuksesan proses evakuasi darurat ini tidak terlepas dari adanya jalinan koordinasi yang solid di antara para petugas di lapangan, serta kecepatan waktu respons dari tim yang memang sudah terlatih dalam mengatasi situasi darurat sejenis.

Adanya insiden yang menimpa Hendri ini menjadi alarm pengingat bagi segenap warga masyarakat untuk senantiasa mempertebal tingkat kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar kawasan saluran irigasi terbuka seperti Banda Bakali.

Kewaspadaan ekstra patut diterapkan pada waktu malam hingga dini hari, di mana pada waktu-waktu tersebut kondisi pencahayaan terbilang minim dan aktivitas warga sekitar sudah mulai sepi.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat yang mendapati atau melihat situasi darurat serupa untuk segera menghubungi saluran layanan darurat terpadu lewat nomor panggilan Padang Sigap 112 yang aktif melayani selama 24 jam penuh. (*)