Ensiklopedia

Cara Menentukan Shio Berdasarkan Tanggal Lahir yang Benar

×

Cara Menentukan Shio Berdasarkan Tanggal Lahir yang Benar

Sebarkan artikel ini
Menentukan Shio berdasarkan tanggal lahir yang benar. (Foto: Seruni/AI)

SERUNI.CO – Banyak orang merefleksikan kepribadian maupun sudut pandang diri melalui simbol binatang dalam astrologi Tionghoa yang dikenal sebagai shio.

Di Indonesia, istilah shio diadaptasi dari lafal dialek Hokkian, yaitu sheshio (Hanzi: 生肖, pinyin: shengxiao).

Dalam sistem astrologi tradisional ini, lambang hewan yang melekat pada seseorang dipercaya menjadi cerminan tentang bagaimana orang lain memandang diri Anda, atau bagaimana Anda menilai diri Anda sendiri.

Selama ini, terdapat sebuah kesalahpahaman umum di tengah masyarakat mengenai metode pembagian shio.

Mayoritas orang mengira bahwa lambang hewan shio hanya ditentukan berdasarkan tahun lahir saja.

Pada kenyatannya, penetapan simbol hewan ini bersifat lebih kompleks karena turut didasarkan pada bulan, hari, hingga jam kelahiran seseorang.

Untuk membedah pemahaman ini secara menyeluruh, berikut adalah ulasan komprehensif mengenai pengertian, sejarah, pembagian berdasarkan tanggal dan tahun, hingga karakteristik sifatnya yang dikutip dari Buku Lengkap Shio dan Feng Shui karya Tjahyadi Budi Santosa.

Pengertian Shio

Merujuk pada penjelasan Tjong Liang Chen, seorang suhu keturunan etnis Tionghoa, shio merupakan simbol binatang Tiongkok yang berfungsi sebagai tolok ukur dalam memetakan kepribadian, kondisi kesehatan, perjalanan karier, urusan asmara, hingga pola pergaulan seseorang.

Secara harfiah, kata shio berakar dari bahasa Mandarin yang memuat arti “mirip”, “persis”, atau “seperti”.

Sebagai gambaran nyata, individu yang memiliki shio kerbau diidentifikasi memiliki perilaku keseharian yang mirip, persis, atau seperti kerbau.

Begitu pula bagi pemilik shio anjing, di mana gerak-gerik harian mereka dinilai mirip, persis, atau seperti anjing, dan prinsip ini berlaku sama untuk seluruh lambang hewan lainnya.

Berdasarkan khazanah kepercayaan masyarakat Tiongkok, sistem ini terbagi ke dalam 12 macam lambang binatang.

Daftar tersebut meliputi shio tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, serta babi.

Tiap-tiap hewan menjadi representasi yang menggambarkan watak dari masing-masing individu.

Sejarah Asal-Usul Shio

Menurut pemaparan Tjong Liang Chen, kisah kemunculan sistem 12 shio ini bermula ketika Sang Buddha bersiap untuk meninggalkan bumi.

Pada momen tersebut, ia menitahkan kepada seluruh binatang di dunia untuk datang menghadap ke hadapannya.

Kendati demikian, perintah dari Sang Buddha tersebut tidak dihiraukan oleh sebagian besar hewan. Tercatat hanya ada 12 binatang saja yang datang dan memenuhi undangan tersebut.

Secara berurutan, rombongan yang pertama kali tiba adalah binatang tikus beserta kelompoknya, yang kemudian diikuti oleh kerbau bersama rombongannya.

Tak berselang lama, macan datang membawa rombongannya, lalu berturut-turut disusul oleh kelinci, naga, ular, kuda, kambing, kera, ayam, anjing, dan terakhir adalah babi.

Atas pemenuhan undangan tersebut, Sang Buddha menyampaikan rasa terima kasih. Sebagai bentuk imbalan dan penghargaan bagi ke-12 binatang yang hadir, ia menamai setiap tahun dalam siklus menggunakan nama-nama hewan tersebut.

Sang Buddha juga memberikan keleluasaan bagi ke-12 binatang itu untuk menyalurkan sifat-sifat mereka kepada setiap manusia yang dilahirkan pada tahun yang diwakilinya.

Sejak peristiwa itulah, masyarakat Tiongkok memiliki 12 shio binatang dan meyakini bahwa seluruh hewan tersebut merepresentasikan tingkah laku setiap orang.

Lebih lanjut, Tjong Liang Chen menambahkan bahwa sistem penanggalan 12 shio ini mulai diperkenalkan secara resmi untuk pertama kalinya pada era pemerintahan Kaisar Huang Ti, sekitar tahun 2637 SM.

Tepat pada tahun ke-61 masa pemerintahannya, Kaisar Huang Ti mengumumkan maklumat kepada seluruh rakyat Tiongkok.

Isi maklumat menyatakan bahwa mulai tahun ke-61 itu, 12 shio binatang akan digunakan untuk mewakili setiap tahun yang berputar dalam kalender Tiongkok (Yin Li).

Siklus berjalan runtut dimulai dari shio tikus, kerbau, macan, kelinci, hingga berakhir di shio babi, sebelum akhirnya berputar kembali ke shio tikus.

Pembagian Shio Berdasarkan Tanggal dan Tahun Kelahiran

Guna meluruskan kesalahpahaman yang sering terjadi di mana masyarakat hanya merujuk pada tahun kelahiran masehi, perlu ditegaskan kembali bahwa penentuan shio wajib mengacu pada tanggal dan bulan di kalender Tiongkok.

Baca Juga  Mengenang Bung Hatta, Menatap Cermin Kejujuran di Tengah Krisis Integritas Bangsa

Hal ini dikarenakan kalender penanggalan Tiongkok tidak berbasis pada kalender Masehi yang mengandalkan peredaran planet di tata surya.

Berikut adalah daftar pembagian 12 shio secara akurat berdasarkan rentang tanggal dan tahun kelahiran:

1. Shio Tikus

  • 28 Januari 1960 – 14 Februari 1962
  • 15 Januari 1972 – 2 Februari 1973
  • 2 Februari 1984 – 19 Februari 1985
  • 19 Februari 1996 – 6 Februari 1997
  • 7 Februari 2008 – 25 Januari 2009

2. Shio Kerbau

  • 15 Februari 1961 – 4 Februari 1962
  • 3 Februari 1973 – 22 Januari 1974
  • 20 Februari 1985 – 8 Februari 1986
  • 7 Februari 1997 – 27 Januari 1998
  • 26 Januari 2009 – 13 Februari 2010

3. Shio Macan

  • 5 Februari 1962 – 24 Januari 1963
  • 23 Januari 1974 – 10 Februari 1975
  • 9 Februari 1986 – 28 Januari 1987
  • 28 Januari 1998 – 15 Februari 1999
  • 14 Februari 2010 – 2 Februari 2011

4. Shio Kelinci

  • 25 Januari 1963 – 12 Februari 1964
  • 11 Februari 1975 – 30 Januari 1976
  • 29 Januari 1987 – 16 Februari 1988
  • 16 Februari 1999 – 4 Februari 2000
  • 3 Februari 2011 – 22 Januari 2012

5. Shio Naga

  • 13 Februari 1964 – 1 Februari 1965
  • 31 Januari 1976 – 17 Februari 1977
  • 17 Februari 1988 – 5 Februari 1989
  • 5 Februari 2000 – 23 Januari 2001
  • 23 Januari 2012 – 9 Februari 2013

6. Shio Ular

  • 2 Februari 1965 – 20 Januari 1966
  • 18 Februari 1977 – 6 Februari 1978
  • 6 Februari 1989 – 26 Januari 1990
  • 24 Januari 2001 – 11 Februari 2002
  • 10 Februari 2013 – 30 Januari 2014

7. Shio Kuda

  • 21 Januari 1966 – 8 Februari 1967
  • 7 Februari 1978 – 27 Januari 1979
  • 27 Januari 1990 – 14 Februari 1991
  • 12 Februari 2002 – 31 Januari 2003
  • 31 Januari 2014 – 18 Februari 2015

8. Shio Kambing

  • 9 Februari 1967 – 29 Januari 1968
  • 28 Januari 1979 – 15 Februari 1980
  • 15 Februari 1991 – 3 Februari 1992
  • 1 Februari 2003 – 21 Januari 2004
  • 19 Februari 2015 – 7 Februari 2016

9. Shio Kera

  • 30 Januari 1968 – 16 Februari 1969
  • 16 Februari 1980 – 4 Februari 1981
  • 4 Februari 1992 – 22 Januari 1993
  • 22 Januari 2004 – 8 Februari 2005
  • 8 Februari 2016 – 27 Januari 2017

10. Shio Ayam

  • 17 Februari 1969 – 5 Februari 1970
  • 5 Februari 1981 – 24 Januari 1982
  • 23 Januari 1993 – 9 Februari 1994
  • 9 Februari 2005 – 28 Januari 2006
  • 28 Januari 2017 – 15 Februari 2018

11. Shio Anjing

  • 6 Februari 1970 – 26 Januari 1971
  • 25 Januari 1982 – 12 Februari 1983
  • 10 Februari 1994 – 30 Januari 1995
  • 29 Januari 2006 – 17 Februari 2007
  • 16 Februari 2018 – 4 Februari 2019

12. Shio Babi

  • 26 Januari 1971 – 14 Januari 1972
  • 13 Februari 1983 – 1 Februari 1984
  • 13 Januari 1995 – 18 Februari 1996
  • 18 Februari 2007 – 6 Februari 2008
  • 5 Februari 2019 – 24 Januari 2020

Karakter dan Sifat-sifat Shio

Secara mendasar, ke-12 lambang ini memuat karakteristik serta sifat khas yang membedakan satu sama lain.

Berikut adalah rincian karakter dari masing-masing shio:

1. Shio Tikus

Membawa karakteristik warna hitam dengan pembawaan sifat maskulin. Elemen pelindungnya terdiri atas metal, air, kayu, api, dan bumi. Watak dasarnya meliputi:

  • Pembawaan menarik
  • Senang berorganisasi
  • Mudah bergaul
  • Boros/tidak bisa mengelola keuangan dengan baik
  • Senang berbagi cerita

2. Shio Kerbau

Disimbolkan lewat karakter warna hitam sedikit putih dan memiliki sifat maskulin. Elemen penopangnya meliputi metal, air, api, kayu, dan bumi. Watak dasarnya meliputi:

  • Pembawaan tenang tetapi pemalu
  • Berpikir cerdas
  • Pandai mengambil keputusan
  • Bersikap sopan santun
  • Lebih suka menyendiri daripada bergaul dengan banyak orang
Baca Juga  Menjelajah Kelezatan Samba Lado Tanak, Cita Rasa Pedas Penghangat Diri

3. Shio Macan

Diwakili warna kuning kecokelatan bercorak hitam dan membawa sifat maskulin. Kelompok elemennya meliputi logam, air, api, kayu, dan bumi. Watak dasarnya meliputi:

  • Memiliki sikap leadership/kepemimpinan
  • Mampu mengambil keputusan dengan tepat
  • Mempunyai banyak ide cemerlang
  • Murah hati dan bijaksana
  • Teguh pendirian dan pandai menempatkan diri

4. Shio Kelinci

Identik dengan ciri warna putih halus serta membawa karakter sifat feminin. Memiliki ragam elemen logam, air, api, kayu, dan bumi. Watak dasarnya meliputi:

  • Senang mempunyai banyak teman dan memperluas pergaulan
  • Pendiam dan selalu tepat janji
  • Suka berhemat dan pandai mengatur pengeluaran
  • Hati-hati dalam bertindak
  • Senang bergosip atau cerewet

5. Shio Naga

Dilambangkan lewat karakter warna biru kehijau-hijauan serta memuat sifat maskulin. Didukung oleh jajaran elemen logam, air, api, kayu, dan bumi. Watak dasarnya meliputi:

  • Sangat rajin dalam segala hal
  • Teliti dan cermat
  • Keras kepala dan suka berbangga dengan prestasi yang diperoleh
  • Suka bekerja keras
  • Sedikit boros
  • Pantang menyerah dan suka nekat mengambil tindakan-tindakan di luar batas kemampuan

6. Shio Ular

Memiliki visualisasi warna merah kehitam-hitaman dengan pembawaan sifat feminin. Elemen yang menaunginya yaitu logam, air, api, kayu, dan bumi. Watak dasarnya meliputi:

  • Supel dan humoris
  • Penuh kreativitas dan berintuisi tajam
  • Sedikit egois dan tidak suka berderma
  • Penuh perhitungan namun boros
  • Suka tampil dengan pembawaan menarik

7. Shio Kuda

Memiliki pembawaan sifat feminin dengan ciri khas warna cokelat. Elemen penyusunnya terdiri dari logam, air, api, kayu, dan bumi. Watak dasarnya meliputi:

  • Bersimpati terhadap orang lain
  • Mampu menyelesaikan setiap masalah
  • Pekerja keras, ulet, dan tidak kenal lelah
  • Mempunyai cita-cita tinggi
  • Egois dan suka memaksakan kehendak

8. Shio Kambing

Dicirikan lewat warna hitam dan memiliki karakter sifat maskulin. Berada di bawah pengaruh elemen logam, air, kayu, api, dan bumi. Watak dasarnya meliputi:

  • Energik dan penuh vitalitas
  • Suka terbuai dengan kemudahan dalam hidup
  • Kurang pandai mengendalikan diri
  • Rela berkorban dan suka menepati janji
  • Sering bersikap ragu-ragu atau bimbang terhadap langkah yang diambil

9. Shio Kera

Simbol kera ini ditandai dengan warna cokelat kekuning-kuningan serta sifat maskulin. Dipengaruhi oleh unsur elemen logam, air, kayu, api, dan bumi. Watak dasarnya meliputi:

  • Suka menyombongkan diri dan hidup berfoya-foya
  • Banyak akal dan cerdik
  • Hidup mandiri dan tidak suka bergantung kepada orang lain
  • Suka iri terhadap kesuksesan yang dicapai orang lain
  • Egois dan suka memaksakan kehenda

10. Shio Ayam

Mengusung karakter sifat feminin dengan perwakilan warna kuning. Didampingi oleh unsur elemen logam, air, kayu, api, dan bumi. Watak dasarnya meliputi:

  • Optimis terhadap diri sendiri
  • Teguh pendirian dan jujur
  • Pandai mempengaruhi orang lain
  • Teliti, dapat dipercaya, dan bertanggung jawab
  • Enggan menerima masukan dan saran dari orang lain

11. Shio Anjing

Menampilkan visual warna cokelat mengkilap dengan pembawaan sifat maskulin. Dilengkapi oleh jajaran elemen logam, air, api, kayu, dan bumi. Watak dasarnya meliputi:

  • Romantis dan setia
  • Berwibawa dan pandai bersikap di depan umum
  • Keras kepala dan cenderung bersikap acuh tak acuh
  • Sangat berambisi untuk bisa mendapatkan yang lebih daripada orang lain
  • Boros tetapi sangat perhitungan

12. Shio Babi

Direpresentasikan melalui warna putih kemerah-merahan dan memiliki sifat feminin. Elemen penopangnya meliputi logam, air, api, kayu, dan bumi. Watak dasarnya meliputi:

  • Cerdas dan ambisius
  • Ceroboh dalam mengambil keputusan
  • Berani mengungkapkan kebenaran
  • Berwatak keras
  • Suka terbuai dengan hal-hal yang bersifat duniawi
  • Bersifat materialistis. (*)