SERUNI.CO – Kepedulian terhadap masa depan generasi muda di kawasan terdampak bencana alam terus mengalir di Ranah Minang.
Palang Merah Indonesia (PMI) secara konsisten memperlihatkan andil nyatanya dalam mengawal proses pemulihan psikologis dan pemenuhan kebutuhan masyarakat pascabencana banjir bandang (galodo) yang sempat menerjang sejumlah titik di Kabupaten Tanah Datar.
Berkolaborasi dengan mitra internasional melalui sokongan dana dari Palang Merah Hong Kong (Hong Kong Red Cross), PMI mendistribusikan sebanyak 500 paket School Kit bagi para murid yang terdampak di wilayah Kecamatan Batipuh Selatan, Batipuh, dan X Koto.
Seremoni penyerahan bantuan secara simbolis tersebut dipusatkan di SDN 07 Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, pada Kamis (4/6/2026).
Agenda ini dihadiri langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat Aristo Munandar, serta jajaran pengurus struktural PMI tingkat provinsi maupun kabupaten.
Paket bantuan yang diserahkan berupa fasilitas penunjang pendidikan lengkap yang memuat tas sekolah, buku tulis, pena, pensil, alat pewarna, penghapus, kotak wadah makan, botol minum tumbler, beserta aneka perlengkapan belajar harian lainnya.
Seluruh sarana yang disalurkan merupakan barang-barang pilihan berkualitas tinggi yang diproyeksikan mampu mendongkrak kelancaran aktivitas belajar mengajar para siswa pascabencana.
Dukungan Moral dan Sebaran Distribusi di Tiga Kecamatan
Ketua PMI Kabupaten Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, memaparkan bahwa aksi sosial ini menjadi cerminan nyata dari sensitivitas dan kepedulian PMI terhadap kondisi psikologis anak-anak korban bencana di seputar Tanah Datar.
“Hari ini kami dari PMI Provinsi Sumatera Barat dan PMI Kabupaten Tanah Datar hadir mengunjungi sekolah-sekolah yang terdampak bencana untuk menyerahkan bantuan dari PMI Hong Kong melalui PMI Provinsi Sumatera Barat. Bantuan yang diberikan berupa perlengkapan sekolah mulai dari tas, tempat makan, tumbler, buku, pensil hingga bolpoin yang seluruhnya memiliki kualitas yang baik,” jelas Ny. Lise Eka Putra.
Menurutnya, pemberian logistik pendidikan ini tidak sekadar ditujukan untuk melengkapi instrumen belajar yang rusak akibat galodo, namun juga memuat misi pemulihan moril agar anak-anak kembali bergairah mengejar ketertinggalan pendidikan mereka.
“Kami berharap anak-anak merasa senang dan bergembira menerima bantuan ini. Yang lebih penting lagi, bantuan ini dapat menambah semangat mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita meskipun pernah mengalami dampak dari bencana,” tambahnya.
Lise merincikan, kuota 500 paket School Kit yang dialokasikan untuk Kabupaten Tanah Datar ini disebar secara merata kepada para siswa yang tersebar di tiga wilayah kecamatan yang paling parah terdampak.
“Untuk Kabupaten Tanah Datar, total bantuan yang disalurkan berjumlah 500 paket dan dibagikan kepada siswa di tiga kecamatan terdampak, yaitu Batipuh, Batipuh Selatan, dan X Koto,” rinci Lise.
Kolaborasi Kemanusiaan Lintas Negara Lewat Validasi Data
Pada kesempatan yang sama, Ketua PMI Sumatera Barat, Aristo Munandar, menegaskan bahwa pergerakan logistik ini merupakan bagian tak terpisahkan dari core bisnis kemanusiaan PMI dalam mendampingi warga yang sedang tertimpa musibah.
“Ketika masyarakat membutuhkan air bersih, PMI hadir. Ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, PMI hadir. Begitu juga ketika masyarakat membutuhkan bantuan untuk pemulihan pascabencana, PMI terus berupaya menghadirkannya melalui berbagai dukungan dari mitra kemanusiaan,” tegas Aristo.
Aristo membongkar data bahwa ratusan paket School Kit yang bermuara di Tanah Datar ini merupakan bagian dari total jatah 5.000 paket donasi yang dikirimkan oleh Hong Kong Red Cross.
Dari akumulasi tersebut, wilayah Sumatera Barat kebagian jatah 1.500 paket yang kemudian dipecah untuk tiga wilayah administrasi terdampak, meliputi Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Pesisir Selatan.
Sistem penyaluran logistik kemanusiaan ini dikelola secara berjenjang mulai dari struktur PMI Pusat, PMI Provinsi, hingga dieksekusi oleh PMI Kabupaten.
Penentuan nama murid penerima faedah bersandar pada basis data anak sekolah terdampak yang sudah lolos proses verifikasi faktual, sehingga dipastikan tepat sasaran.
Dirinya juga membeberkan fakta bahwa perwakilan tim Hong Kong Red Cross secara mandiri telah meninjau langsung ke zona bencana di Sumatera Barat tempo hari.
Peninjauan lapangan tersebut bermaksud untuk memetakan kondisi riil masyarakat sekaligus mengidentifikasi jenis kebutuhan primer yang mendesak guna menopang akselerasi pemulihan.
Distribusi paket edukasi ini menjadi contoh rill dari jalinan kerja sama kemanusiaan global antara PMI dan donor internasional dalam mengatrol kembali stabilitas sektor pendidikan yang sempat lumpuh.
Stimulus ini diharapkan mampu memangkas beban ekonomi wali murid sekaligus memantik optimisme baru di sanubari para siswa untuk menatap masa depan.
Melalui tuntasnya penyaluran 500 paket School Kit bagi anak-anak di Batipuh, Batipuh Selatan, dan X Koto ini, PMI kembali mendeklarasikan komitmennya untuk selalu setia berdiri mendampingi masyarakat pada setiap fase kebencanaan-mulai dari periode tanggap darurat, rekonstruksi, hingga pemulihan total tatanan sosial serta pendidikan warga. (*)












