Headline

BMKG Padang Panjang Catat 33 Kejadian Gempa Bumi di Wilayah PGR VI Sepekan Terakhir

×

BMKG Padang Panjang Catat 33 Kejadian Gempa Bumi di Wilayah PGR VI Sepekan Terakhir

Sebarkan artikel ini

SERUNI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang merilis laporan aktivitas tektonik di wilayah Pusat Gempa bumi Regional (PGR) VI.

Berdasarkan data monitoring periode 20 hingga 26 Maret 2026, tercatat sebanyak 33 kejadian gempabumi mengguncang kawasan tersebut.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa rangkaian aktivitas seismik ini dipicu oleh dua sumber utama pergerakan tektonik di wilayah Sumatera.

“Aktivitas gempabumi di wilayah PGR VI dipicu oleh aktivitas pergerakan lempeng di zona subduksi serta aktivitas sesar Sumatera,” ungkap Suaidi dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga  Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, BMKG Imbau Warga Waspadai Hujan Ringan

Berdasarkan data statistik yang dihimpun BMKG, mayoritas gempa bumi yang terjadi dalam sepekan terakhir memiliki kekuatan relatif kecil. Dari total 33 kejadian, rincian kekuatannya adalah sebagai berikut:

  • Magnitudo di bawah 3 (M < 3): 27 kejadian.
  • Magnitudo antara 3 hingga 5 (3 < M < 5): 6 kejadian.
  • Rentang kekuatan: Terkecil Magnitudo 1,2 dan terbesar Magnitudo 4,2.

Ditinjau dari sisi kedalaman, aktivitas tektonik ini didominasi oleh gempa dangkal. Sebanyak 27 gempabumi terjadi pada kedalaman kurang dari 60 km, sementara 6 lainnya terdeteksi pada kedalaman menengah antara 60 hingga 300 km.

Baca Juga  Hendri Arnis Hadiri Pemakaman Kasi Propam Iptu Irnal Syamsu

Titik paling dangkal tercatat pada kedalaman 2 km, sedangkan titik terdalam mencapai 126 km.

Meski frekuensi kegempaan mencapai puluhan kali dalam sepekan, BMKG memastikan tidak ada laporan mengenai gempabumi yang dirasakan oleh masyarakat selama periode pemantauan tersebut.

Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang terus mengimbau publik untuk tetap tenang dan selalu merujuk pada informasi resmi guna menghindari disinformasi.

Masyarakat disarankan memantau kanal komunikasi resmi BMKG, khususnya untuk wilayah Sumatera Barat, guna mendapatkan data akurat terkait aktivitas tektonik di daerah tersebut. (*)