SERUNI.CO – Masyarakat di Gang Manggis Nomor 1 A, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang dihebohkan oleh penemuan jasad seorang lelaki yang terjebak di dalam sumur rumahnya, Senin pagi (18/5/2026).
Korban yang diidentifikasi bernama Riki Novfriadi (34) ini, diduga kuat tercebur usai mengeluhkan rasa pusing lalu kehilangan keseimbangan tubuh ketika hendak menyalakan mesin pompa air untuk mandi.
Adanya insiden maut tersebut dikonfirmasi secara resmi oleh Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi.
Berdasarkan data operasional pihak Damkar Kota Padang, peristiwa fatal itu sejatinya sudah berlangsung sejak Minggu sore (17/5/2026).
Kendati begitu, tindakan evakuasi baru dapat dijalankan pada Senin pagi setelah posko pemadam menerima laporan resmi dari warga pada pukul 08.25 WIB.
“Tim kami langsung berangkat empat menit kemudian pada pukul 08.29 WIB dan tiba di lokasi kejadian pukul 08.39 WIB setelah menempuh jarak sejauh 6,9 kilometer dari kantor,” ujar Rinaldi dalam laporannya.
Begitu sampai di lokasi kejadian, para petugas mendapati posisi tubuh korban sudah berada di dasar sumur dalam kondisi meninggal dunia.
Proses pengangkatan jenazah sempat berjalan dramatis lantaran terkendala oleh diameter sumur yang sempit serta tingkat kedalaman yang cukup menyulitkan ruang gerak personel.
Operasi penyelamatan ini melibatkan tim gabungan yang berkekuatan 10 personel Damkar Kota Padang bersama pihak Basarnas, PMI, TNI, Polri, serta jajaran aparatur dari pihak kecamatan dan kelurahan setempat. Jasad korban akhirnya berhasil dievakuasi ke atas sekitar pukul 09.30 WIB.
Berdasarkan penuturan adik kandung korban, Tomy Kurniawan (29), kronologi kejadian bermula ketika Riki bersiap-siap untuk mandi pada Minggu sore.
Tatkala berupaya menghidupkan sakelar mesin pompa air, korban tiba-tiba mengeluhkan sakit kepala dan terlihat berdiri sempoyongan.
Akibat kondisi fisiknya yang mendadak tidak stabil, korban langsung limbung hingga terperosok ke dalam lubang sumur yang terletak di lingkungan tempat tinggalnya tersebut.
Dari penuturan pihak keluarga, Riki diketahui mempunyai riwayat gangguan mental dan kini tengah berstatus menjalani pengobatan secara rawat jalan.
Keadaan medis inilah yang disinyalir kuat memicu penurunan kondisi kebugaran korban sesaat sebelum terjatuh.
Sesaat setelah berhasil diangkat dari dalam sumur, jenazah korban langsung dipindahkan ke dalam mobil operasional pemadam kebakaran guna penanganan lebih lanjut.
Di sisi lain, aparat kepolisian masih terus melakukan proses penyelidikan di tempat kejadian perkara untuk mematangkan kronologi secara menyeluruh sekaligus memastikan bahwa sama sekali tidak terdapat indikasi ataupun unsur kriminal dalam peristiwa kematian ini.
Tragedi ini menjadi sebuah pengingat yang sangat berharga bagi pihak keluarga maupun masyarakat luas mengenai esensialnya memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap anggota keluarga penderita gangguan mental, utamanya ketika mereka sedang beraktivitas di area yang memiliki tingkat risiko bahaya tinggi terhadap keselamatan jiwa. (*)












