SERUNI.CO – Upaya pencarian intensif terhadap Rafi Rapa Maulana (13), seorang remaja asal Pekanbaru yang tersapu ombak di Pantai Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, akhirnya menemui titik akhir.
Korban ditemukan oleh petugas dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (28/6/2026) dini hari.
Kasi Ops Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, memastikan bahwa posisi jasad korban terdeteksi berada tidak jauh dari lokasi kejadian perkara (LKP) awal dilaporkan hilang.
“Korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada pukul 00.54 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Posisi penemuan berada sekitar 100 meter dari lokasi kejadian perkara (LKP),” ungkap Hendri saat dikonfirmasi, Minggu (28/6/2026).
Pasca-penemuan tersebut, tim gabungan langsung melakukan tindakan evakuasi terhadap jenazah remaja berusia 13 tahun itu untuk segera diantarkan menuju rumah duka.
Sinergi Unsur Gabungan di Tengah Kendala Jarak Pandang
Hendri memaparkan, keberhasilan penemuan jasad korban merupakan buah dari kerja keras serta kolaborasi erat berbagai unsur yang tergabung dalam tim SAR.
Kekuatan personel yang dikerahkan meliputi 7 orang anggota Unit Siaga SAR Agam, 2 personel TNI, 8 personel Polri, 8 personel BPBD, dan 5 personel PMI, serta mendapat sokongan penuh dari 15 orang warga dan masyarakat setempat.
Kendati kondisi cuaca di sekitar area pemantauan dilaporkan cerah, proses pencarian yang berlangsung pada malam hari sempat menghadapi hambatan berupa terbatasnya jarak pandang petugas.
Namun, berkat kesiapan jajaran alat utama (alut) dan perlengkapan penunjang—seperti Rescue Car, perahu karet (LCR + Mopel), serta peralatan medis, komunikasi, dan SAR air—jenazah korban dapat dievakuasi dengan cepat.
Operasi SAR Resmi Diusulkan Tutup
Seiring dengan ditemukannya tubuh korban, operasi pencarian dan pertolongan ini secara resmi diusulkan untuk diselesaikan. Seluruh personel dan unsur yang sebelumnya diperbantukan kini telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
“Setelah korban dievakuasi, kami melaksanakan debriefing pada pukul 01.15 WIB. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh unsur gabungan dan masyarakat yang telah bahu-membahu dalam operasi ini. Dengan ini, Operasi SAR diusulkan untuk ditutup,” kata Hendri memungkasi keterangannya.
Berdasarkan data kronologi sebelumnya, korban dilaporkan hilang akibat hanyut pada Sabtu (27/6/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB.
Peristiwa naas itu terjadi saat korban tengah mandi-mandi di Pantai Gasan Gadang, sebelum akhirnya datang ombak besar secara tiba-tiba yang langsung menyapu dan menyeret tubuhnya ke tengah laut. (*)












