SERUNI.CO – Dampak cuaca buruk yang melanda wilayah Kota Padang sejak dini hari mulai memicu kerusakan infrastruktur di permukiman warga.
Dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang disertai angin kencang, sebuah pohon rambutan berukuran cukup besar dilaporkan tumbang hingga menimpa bangunan musala yang berlokasi di Jalan Sutan Syahrir (area kediaman Pak Aziar Anas), Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kamis (21/5/2026) pagi kira-kira pukul 06.18 WIB.
Laporan mengenai insiden tersebut dikonfirmasi secara resmi oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton.
Berdasarkan urutan kronologis di lapangan, fenomena cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan embusan angin kencang disinyalir kuat menjadi faktor utama yang merobohkan vegetasi tersebut.
Selain merusak sebagian fasilitas ibadah, rontokan material pohon tersebut juga sempat menutup dan menghambat akses jalanan di sekitar tempat kejadian.
“Benar, kami menerima laporan adanya pohon tumbang yang menimpa musholla di wilayah Padang Selatan pada pagi hari tadi. Jenis pohon yang tumbang adalah pohon rambutan dengan panjang mencapai kurang lebih 15 meter dan diameter sekitar 80 centimeter,” urai Hendri Zulviton lewat keterangan resminya.
Pihak BPBD Kota Padang menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa ataupun korban luka-luka yang timbul akibat peristiwa alam ini.
Di samping itu, taksiran kerugian material dari kejadian tersebut juga dilaporkan nihil.
Respon Cepat Petugas Gabungan di Lokasi Kejadian
Pasca-menerima laporan dari masyarakat, personel dari Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kota Padang langsung diterjunkan menuju lokasi.
Berada di bawah instruksi komando langsung dari Kalaksa BPBD bersama Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL), para petugas di lapangan segera melakukan tindakan evakuasi sekaligus pembersihan serpihan material pohon dengan mengandalkan gergaji mesin (chainsaw).
Langkah penanganan darurat ini dilaksanakan lewat metode bergotong-royong yang melibatkan pelbagai unsur pemangku kepentingan di lapangan.
Komponen tim gabungan yang bersinergi tersebut mencakup jajaran personel BPBD Kota Padang, Babinsa, Kasi Trantib Kelurahan, pihak Ketua RT dan RW setempat, tokoh masyarakat Pak Kobeng, hingga warga sekitar.
Hingga informasi ini diterbitkan, situasi terkini di lokasi memperlihatkan bahwa aktivitas pengerjaan, pemotongan, serta sterilisasi dahan dan batang pohon tumbang masih terus diupayakan secara intensif.
Hal tersebut dioptimalkan agar akses jalan warga dapat kembali normal seutuhnya dan bangunan musholla bisa segera dibersihkan dari sisa puing.
Atas kejadian ini, Pemerintah Kota Padang lewat instansi BPBD kembali mengeluarkan seruan serta imbauan kepada seluruh warga untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan sewaktu beraktivitas, khususnya di tengah situasi cuaca ekstrem yang rentan memicu insiden pohon tumbang maupun kemunculan genangan air. (*)












