SERUNI.CO – Akselerasi pembangunan infrastruktur jalan terus dipacu di kawasan Nagari Taratak Tinggi, Kecamatan Timpeh.
Langkah ini diwujudkan melalui kemitraan strategis antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya dan PT Bina Pratama Sakato Jaya (PT Bina) yang bergotong-royong membangun jalan hotmix sepanjang 1,5 kilometer untuk menghubungkan wilayah Marga Makmur dengan SP 3.
Kemitraan lintas sektor ini diambil sebagai langkah nyata dalam mempercepat penyediaan fasilitas publik yang layak di tengah kondisi keterbatasan anggaran daerah.
Dalam pembagian kerja proyek tersebut, PT Bina memegang tanggung jawab untuk merampungkan tahapan pengerasan pada lapisan agregat B dan agregat A.
Seluruh pengerjaan fisik ini wajib mengacu pada spesifikasi teknis yang telah dirancang oleh tim konsultan teknis.
Begitu fase pengerasan selesai, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dharmasraya akan menerjunkan tim untuk melakukan penilaian teknis yang menjadi landasan utama sebelum pengaspalan dilakukan menggunakan dana pemerintah.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyampaikan bahwa pelibatan sektor korporasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menjadi formula jitu untuk melipatgandakan volume pembangunan sarana publik di tengah ruang fiskal daerah yang sempit.
“Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi solusi agar pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Di tengah keterbatasan anggaran, kita harus mampu membangun sinergi untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Annisa.
Ia memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Dharmasraya sebenarnya telah mengucurkan dana APBD senilai Rp3,96 miliar khusus untuk koridor Marga Makmur-SP 3.
Namun, jika dana daerah tersebut dipaksakan untuk membiayai seluruh rangkaian proyek sendirian mulai dari struktur pondasi paling bawah hingga lapisan aspal teratas panjang jalan yang dihasilkan diestimasi hanya mampu mencapai sekitar 800 meter.
“Dengan adanya kolaborasi ini, panjang jalan yang dapat dibangun meningkat menjadi 1.500 meter. Artinya manfaat yang diterima masyarakat menjadi hampir dua kali lipat dibandingkan jika hanya mengandalkan APBD,” urai Bupati Annisa.
Target Rampung dan Sinergi Berkelanjutan
Di tempat terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dharmasraya, Zakirman, menyebutkan bahwa pergerakan alat berat PT Bina untuk menggarap lapisan jalan ini sudah dimulai sejak bulan Mei 2026.
Saat ini, ritme pengerjaan di lapangan terus dipacu dengan target penyelesaian lapisan agregat A pada Juli 2026 mendatang.
“Setelah pekerjaan lapisan A selesai, akan dilakukan penilaian teknis untuk memastikan kelayakan ruas jalan tersebut sebelum memasuki tahap pengaspalan. Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Dharmasraya akan melaksanakan proses lelang pekerjaan pengaspalan yang diperkirakan berlangsung pada Agustus mendatang,” jelas Zakirman di Pulau Punjung, Kamis (25/06/2026).
Gayung bersambut, Pimpinan PT Bina Pratama Sakato Jaya, Hendra N. Husni, menegaskan komitmen penuh manajemennya untuk menyukseskan program infrastruktur ini.
Baginya, kontribusi ini merupakan cerminan kepedulian sosial korporasi terhadap wilayah operasional perusahaan.
“Usulan pembangunan jalan ini disampaikan melalui Wali Nagari Taratak Tinggi dan diteruskan kepada Ibu Bupati Dharmasraya. Kami melihat jalan ini juga merupakan akses menuju perusahaan yang digunakan bersama oleh masyarakat, sehingga sudah sepatutnya kami ikut berkontribusi dalam pembangunannya,” ungkap Hendra.
Hendra juga menyatakan kesiapan perusahaannya untuk melanjutkan kemitraan ini secara bertahap guna menyokong penyelesaian total jalan poros sepanjang 13 kilometer yang menjadi urat nadi utama mobilitas warga di wilayah tersebut.
Apresiasi tinggi turut mengalir dari tingkat tapak. Wali Nagari Taratak Tinggi, Debita Darni Sumarja, mewakili warganya menghaturkan rasa terima kasih mendalam atas kepekaan Pemkab Dharmasraya dan PT Bina Sakato Pratama Jaya.
Menurut Debita, jalur Marga Makmur-SP 3 bernilai sangat vital karena mengintegrasikan berbagai sendi kehidupan mulai dari akses ekonomi, pusat administrasi nagari, fasilitas kesehatan, hingga akses sekolah bagi anak-anak.
“Ratusan warga melintasi jalan ini setiap hari. Karena itu pembangunan ruas jalan ini sangat dinantikan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati dan PT Bina yang telah berkolaborasi mewujudkan harapan masyarakat,” ucapnya.
Penyelesaian jalan hotmix ini diyakini bakal mendongkrak konektivitas, memotong waktu tempuh logistik, serta memicu pertumbuhan simpul ekonomi baru di Taratak Tinggi dan sekitarnya.
Menariknya, proyek pengerjaan jalan di Kecamatan Timpeh ini rupanya merupakan satu dari lima titik infrastruktur yang digarap lewat skema kerja sama CSR di Dharmasraya.
Empat lokasi lainnya meliputi koridor jalan Koto Gadang yang ditangani oleh konsorsium lima perusahaan, jalur Wonotiung-Koto Salak (DSL), kawasan Bukit Hujan (TKA), serta akses jalan Sinamar yang pengerjaannya diserahkan kepada KUD setempat. (*)












